Kamis, Februari 25, 2021
Beranda Waduh..! 2 PNS Tidore Timur Tak Kenal Wawali
Array

Waduh..! 2 PNS Tidore Timur Tak Kenal Wawali

Wakil Walikota Tidore, Muhammad Sinen, SE

FAKTA PERS – TIDORE

Entah sengaja atau tidak, dua orang pegawai negeri sipil di lingkup pemerintah Kota Tidore Kepulaun yang bertugas di Kecamatan Tidore Timur tidak kenal dengan pemimpin daerahnya. Hal tersebut, dialami langsung oleh Wakil Walikota Tidore Muhammad Sinen, SE.

Muhammad Sinen, SE kepada sejumlah wartawan dihalaman kantor walikota pada Kamis (26/1), secara terang-terangan mengakui hal tersebut. Dikatakannya, dua PNS  yang bertugas di dua instansi yang berbeda di Kecamatan Tidore Timur itu merupakan salah satu staff di kantor Lurah Mafututu dan satunya lagi guru di salah satu sekolah agama.

Namun sayangnya, Wakil Walikota enggan menyebutkan identitas kedua PNS dimaksud. Atas kejadian itu, dirinya telah instruksikan kepada Badan Kepegawaian dan SDM untuk segera memberikan teguran karena PNS yang selain tidak kenal dengan pimpinan daerah itu juga, ternyata ada satunya malas berkantor dan lebih memilih berlibur keluar daerah, terang Ayah Erick sapaan akrab Muhammad Sinen.

Kata Ayah Erick, kejadian tersebut berawal ketika dirinya bertemu langsung dengan salah satu staf Lurah Mafututu yang sedang asyik menikmati liburan di luar daerah. Namun yang bersangkutan dalam keterangan sedang izin karena urusan keluarga dan meninggalkan tugas kantor. Sementara untuk salah satu guru yang bertugas di salah satu sekolah agama di Kelurahan Dowora juga melakukan hal yang sama.

Ketika wakil walikota bertandang ke kantor Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu. Dan menyempatkan diri untuk menyapa seluruh tamu yang ada. Namun yang bersangkutan saat bertatap muka dengan wakil walikota, justru terlihat sangat cuek tanpa ada rasa hormat sedikitpun kepada pimpinan daerah sambil berpaling muka.

“Mereka mungkin tidak kenal saya sebagai pimpinan mereka, makanya mereka sangat cuek dengan keadaan. Saya tidak minta dihormati namun setidaknya harus ada rasa saling menghargai satu sama lain. Yang staff Lurah Mafututu itu waktu ketemu dengan saya di Manado Sulawesi Utara, dia sempat saya ajak bicara. Namun, karena tidak kenal saya lantas dia pergi tanpa pamit ketika ada temannya datang. Padahal dia itu PNS di tidore. Begitu juga dengan PNS yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah agama di Dowora, dia buang muka saat saya tegur sapa waktu ke Dinas Pendidikan. Ini hal yang sangat aneh masa PNS tidak kenal pimpinan,”ujar Ayah Erick.

(Sudirman Sahmil)

Most Popular

Recent Comments