Minggu, Juli 25, 2021
BerandaDiduga Ada MarkUp Pada SPJ DAU SDN Ombolata Hilimbowo
Array

Diduga Ada MarkUp Pada SPJ DAU SDN Ombolata Hilimbowo

FAKTA PERS – GUNUNGSITOLI.

Ketua panitia pembangunan sekolah (P2S), Herlina Sarumaha, menyebut ada Mark Up harga pada SPJ penggunaan Dana Alokasi Umum di SDN 076675 Ombolata Hilimbowo, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Menurutnya, penggelembungan harga tertuang pada item pembayaran upah rehap ruang perpustakaan yang telah selesai dilaksanakan. “Mark-Up nya sekitar Rp. 13.000.000, berbeda dengan kesepakatan antara tukang dan pihak sekolah,” ucap Herlina kepada Fakta Pers Sabtu (11/02/2017).

Selanjutnya, dari hasil rapat P2S, kepala sekolah, dan orang tua siswa disepakati upah pekerjaan rehap hanya sebesar Rp. 5.875.000, namun pada SPJ tertulis sebesar Rp. 19.000.000. Dijelaskan Herlina, bahwa SPJ berisikan Marp-Up harga diduga dibuat sendiri Yudiaro Harefa selaku kepsek, bukan panitia.

“SPJ itu diserahkan kepsek kepada panitia, dan setelah dicek, saya menemukan ada kejanggalan pada item pembayaran upah pekerjaan rehap yang berbeda dari RAB dan kesepakatan sebelumnya.” katanya.

Atas Mark-Up harga upah tersebut, Herlina sebagai ketua P2S tidak berani menandatangani SPJ yang diserahkan kepsek. “Takut, saya takut masuk penjara, karena SPJ sudah berbeda dengan isi RAB.” terang Herlina.

Akibat tidak ditandatangani, hingga kini surat pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan DAU 2016 sebesar Rp. 55.000.000 oleh SDN 076675 Ombolata Hilimbowo belum diserahkan ke Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli.

Selain itu, Herlina mengungkapkan “jika perbaikan ruang perpustakaan dilaksanakan melalui proses tender. “Ada 4 kepala tukang yang mengikutinya, dan proses tender diusulkan langsung pak kepsek,” pungkasnya.

(Edward lahagu)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments