oleh

Diduga Tidak Memiliki Dokumen, WNA Asal Pakistan Ditahan Petugas Imigrasi Kelas II Muara Enim

-Daerah-175 views

FAKTA PERS – MUARA ENIM.

Seorang Warga Negara Asing (WNA) yang diduga berasal dari Pakistan bernama Hasyim Kamran (31) terpaksa diamankan petugas Tim Pora Imigrasi Kelas II Muara Enim, karena selain tidak bisa menunjukkan dokumen resmi, juga telah menyalahi izin tinggal dan masuk ke Indonesia.

“Kami mendapatkan informasi dari Tim Pora Lahat setelah kami cek dan ternyata benar,” ujar Telmaizul Syatri, SE.Msi Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, Selasa (7/2/2017).

Telmaizul Syatri, SE.Msi didampingi stafnya, menyatakan  dalam PresRelease, berawal dari adanya laporan masyarakat yang mengatakan jika di Desa Sadan, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, ada WNA yang tinggal dirumah penduduk setempat menjadi petani Kopi dan sudah menikah dikampung tersebut, atas laporan ini, Tim Pora Lahat bersama petugas Imigrasi melakukan pemeriksaan dengan mendatangi tempat tinggal WNA tersebut dan ketika dilakukan pemeriksaan ternyata tidak ada satupun dokumen yang sah tentang Keimigrasian serta tidak mempunyai identitas lainnya.

Atas temuan tersebut, pihaknya langsung mengamankannya ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim. “WNA itu, kita amankan dari rumah orangtua istrinya, Senin (6/2) sekitar pukul 13.00.” katanya.

“Dari pengakuannya, ia berasal dari Pakistan, untuk memastikan kewarganegaraannya, kami sudah melayangkan surat ke Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta melalui email sambil menunggu hasil dari Kedubes Pakistan di Jakarta pihaknya akan menahannya, karena untuk menentukan langkah selanjutnya tentu harus memastikan status WNA tersebut dari mana asal negaranya, ada dua bentuk tindakan yang akan dilakukan terhadap WNA yang melanggar keimigrasian yakni tindakan administratif dan tindakan pro Justicia, kalau untuk WNA ini, kemungkinan besar akan dikenakan tindakan pidana dan jika terbukti bersalah bisa dikenakan sanksi hukuman penjara maksimal lima tahun dengan denda maksimal 500 juta rupiah,” Papar Telmaizul.

“Kita tunggu hasilnya dulu baru bisa bertindak,  Lanjut Telmaizul, Yang jelas WNA ini menyalahi izin masuk dan tinggal atau ilegal entry sesuai dengan aturan kita, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperi Kejaksaan dan Pengadilan,”ujar Telmaizul.

Dari pengakuan Hasyim Kamran (31 tahun) sebelumnya pernah bekerja di negara Malaysia. Kemudian menikah dengan wanita dari Indonesia yang tepatnya di Kabupaten Lahat, lalu keduanya, masuk ke Indonesia melalui jalur laut di Tanjung Balai Asahan, Sumut, dengan menggunakan kapal nelayan kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Lahat tempat kelahiran istrinya dengan menggunakan jalur darat yaitu bus selanjutnya mereka bertani dan berkebun kopi membantu keluarga istrinya di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat.

(Ahmad Sukri)

Komentar

News Feed