Minggu, Mei 9, 2021
BerandaSetahun Memimpin, Walikota Tidore dan Wawali Berhasil Mencapai Berbagai Program
Array

Setahun Memimpin, Walikota Tidore dan Wawali Berhasil Mencapai Berbagai Program

Walikota Tidore, Capt. H. Ali Ibrahim dan Wakil Walikota Tidore, Muhammad Sinen.

FAKTA PERS – TIDORE.

Tanggal 17 Februari 2017, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dibawah kepemimpinan  Capt. H. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen telah memasuki usia ke satu tahun, paska dilantik sebagai Walikota Dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan pada 17 Februari 2016 lalu. Walaupun usia yang masih sangat muda, pasangan dengan jargon AMAN tersebut, telah berhasil melakukan berbagai pencapaian dan penghargaan yang diraih Kota Tidore Kepulauan. Hal tersebut disampaikan oleh Walikota dan Wakil Walikota lewat Konfrensi Pers di Kantor Walikota Tidore Kepulauan, Kamis (16/2) sore.

Menurut Walikota, program yang telah tercapai di massa kepemimpinannya bersama Muhammad Sinen dapat dilihat dengan adanya Penataan Pantai Tugulufa, dimana mampu membuat dampak besar pada sektor ekonomi dengan memperbesar pendapatan masyarakat berupa kafe dan kedai mencapai 300 juta perbulan. Selain Penataan Pantai Tugulufa, Keberhasilan lain berupa didatangkannya KM Tatamailau untuk berlabu di Pelabuhan Trikora Tidore.

Dari dua pencapaian keberhasilan program yang disampaikan Walikota, ternyata Kota Tidore Kepulauan dibawah Kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen juga berhasil meraih sejumlah penghargaan, diantaranya berupa keberhasilan yang dicapai dalam sektor Kesehatan yaitu Meraih Kota Sehat Tingkat Nasional dengan kategori dua tatanan “padapa”. Bahkan, penghargaan juga diraih oleh Walikota Tidore dari BPJS Kesehatan Pusat karena telah menjamin rakyatnya sehat dan sejahtra melalui Integritas Jamkesda dalam program JKN-KIS. Disamping itu, dua puskesmas masing-masing Puskesmas Galala dan puskesmas Soasio juga mendapatkan tahapan penilaian Akreditasi Puskesmas dari Kementrian Kesehatan RI. Serta peningkatan status dua puskesmas ke rawat jalan menjadi rawat inap yaitu puskesmas Tosa dan puskesmas Lifofa. Bahkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soasio juga turut mendapatkan Akreditasi di Provinsi Maluku Utara selain RSUD Tobelo.

Dalam hal Jaminan Kesehatan Nasional, Kota Tidore Kepulauan berhasil meraih peringkat Kedua JKN Awards Tingkat Provinsi Maluku Utara. Tak sampai disitu, penghargaan juga di raih oleh Pemerintah Kota Tidore berupa Imunisasi, dalam bentuk prestasi Universal Child Immunasation (ICU) Desa 5 Tahun berturut- turut (2011-2016).
Sementara itu, penghargaan untuk pekerja yang mengabdikan dirinya dalam melayani publik, yaitu diterima oleh Ibu Sri Aisyah Muhartati, S.Far. Apt sebagai tenaga Apoteker teladan yang bertugas di puskesmas Lifofa, serta Bapak Anwar, Amkl ditetapkan sebagai petugas kesehatan lingkungan teladan bertugas di puskesmas Akelamo.

Selain mendapatkan penghargaan dalam bidang kesehatan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga memperoleh bantuan dari kementerian kesehatan berupa UKS sebanyak 6 Set, Reagen Rapid Test 3.700, Blood Lancet 2.800 buah, Safety Box sbanyak 50 buah, Peralatan K3 Nelayan sebanyak 2 paket.

Dalam bidang pendidikan Pemkot Tikep mendapatkan penghargaan berupa terpilihnya remaja atas nama Kartika Ridwan dari SMA Negeri 1 Tidore sebagai Paskibraka Tingkat Nasional. Penghargaan lainnya berupa juara Ketiga Lomba Anyaman Tingkat Nasional.
Untuk sektor Pertanian, Pemkot Tikep berhasil melakukan Panen Raya Bawang Merah dengan produksi mencapai 20 ton serta menetapkan Oba sebagai sentral kawasan pengembangan bawang merah. Selain panen raya Bawang Merah, Pemkot Tikep juga berhasil melakukan Panen Raya Jagung dengan produksi per hektar sebesar 3.64 ton.

Penghargaan lain dari pertanian, berupa keberhasilan Pemkot Tikep untuk mendaftrankan Bawang merah varietas Topo Tidore ke Pusat Perlindungan Varietas Tananam dan Perizinan Pertanian di Kementrian Pertanian, sekaligus mendaftarkan jeruk Keprok Varietas Sabalaka Topo yang hanya ada di kelurahan topo.

Disamping itu, adanya penanaman Kelapa genja sebagai sumber Nira untuk pembuatan gula.
Tak hanya itu, dalam sektor Perikanan dan kelautan, Pemkot Tikep telah berhasil menyediakan stasiun pengisian Bahan Bakar Minyak Nelayan (SPBN). Serta mendapatkan bantuan berupa mobil box pendingin ikan dan mobil pick Up pengangkut ikan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Pada sektor sosial, berhasil meraih penghargaan Adipura tahun 2016,  Meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan Menerima penghargaan Satya Lencana Adhitya Karya Mahatva Yodha, Media center pengirim foto terbanyak se Indonesia, Juara pertama Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Kategori kelurahan terbaik tingkat provinsi, Menerima penganugrahan Arsip Award Tahun 2016, serta meraih predikat sebagai pelaksana Terbaik Hasil Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tingkat provinsi.

“Untuk bidang keagamaan, Tidore mewakili Provinsi Maluku Utara untuk Qori dan Qoriah pada MTQ Tingkat Nasional di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat 2016.
Sementara itu, untuk Bantuan sarana pedesaan, Pemkot Tikep mendapatkan 2 unit mobil pick Up, 3 mobil mini bus, serta 2 speed boat serta bantuan dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal RI yaitu 1 buah Kapal Nelayan 17GT.

Walaupun Berbagai deretan program yang dinyatakan berhasil tersebut, namun oleh Walikota maupun Wakil walikota masih mengakui bahwa sebagian program lewat Visi dimana Terwujudnya kemandirian Kota Tidore Kepulauan sebagai kota Jasa Berbasis Agro-Marine belum sepenuh berjalan dengan maksimal. “Kemarin paska dilantik APBD sudah di ketuk, jadi kita mulainya di 2017 namun kita terbentur dengan adanya pengurangan DAK, sehingga belum bisa menjalankan visi misi  secara maksimal. Muda-mudahan di APBD perubahan dan di 2018 kita sudah bisa fokus.” Kata Muhammad Sinen.

Dalam hal penilaian, Ali Ibrahim maupun Muhammad Sinen menyerahkan sepenuhnya kepada Masyarakat untuk menilai kinerja kerja. “Kita kembalikan semuanya kepada Masyarakat untuk menilai. Apakah setahun massa kepemimpinan kami ada perubahan atau tidak. Hari ini kami bersama bilang so ada perubahan tapi belum tentu sama dengan pemikiran masyarakat.” Kata Muhammad Sinen.

Untuk itu, baik Ali Ibrahim maupun Muhammad Sinen meminta dukungan kepada seluruh Masyarakat dan juga stake holder terkait agar selalu bersama mendorong  program yang menjadi skala prioritas secara cepat.

(Sudirman Sahmil)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments