Selasa, Mei 11, 2021
BerandaAMP3R Kembali Tegaskan Usut Dugaan Pungli DD 2016, "Tidak Ada Kasus Korupsi...
Array

AMP3R Kembali Tegaskan Usut Dugaan Pungli DD 2016, “Tidak Ada Kasus Korupsi Yang Terangkat Di Palas”

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Untuk kedua kalinya puluhan masa AMP3R kembali geruduk kantor Bupati Palas pada Kamis (16/3/17) meminta Pemkab untuk segara melakukan pengusutan dugaan pungli dana desa tahun 2016. AMP3R menduga kuat pungli di motori oleh DPC Apdesi Palas di mana asosiasi tersebut disinyalir adalah penghambat pembangunan desa di Kabupaten Palas.

Pantauan Fakta Pers Media di lapangan kantor SKPD terpadu, mahasiswa AMP3R kecewa atas tidak hadirnya Bupati Palas dalam menanggapi tuntutan mahasiswa.

“Dimana pemimpin daerah kabupaten Padang Lawas, mengapa tidak mau menemui kami, padahal kami mahasiswa mewakili suara masyarakat Palas, meminta keadilan dan kesejahteraan yang Bupati janjikan, dana desa yang seharusnya untuk pembangunan malah dipungli”,kata salah satu mahasiswa yang berorasi di kantor SKPD terpadu.

“Belum lama ini kami sudah koordinasi dengan Kabag Tapem, dan katanya tuntutan kami sudah disampaikan kepada wakil bupati dan dan Sekda, kami sudah bosan menerima janji, namun sampai hari ini kami belum mendapat jawaban sudah sejauh mana pengusutan dugaan pungli dana desa 2016, kami sudah beratus kali turun kejalan menyampaikan tuntutan kami, namun tidak ada satupun yang menjadi kenyataan, kami butuh hasil terhadap pengusutan dugaan pungli dana desa TA 2016 yang diduga dimotori Ketua DPC Apdesi Palas”.kata salah satu mahasiswa yang tergabung di AMP3R Palas.

Kabag Humas sekretariat kantor Bupati Palas kepada mahasiswa AMP3R mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berterima kasih yang perduli terhadap Pemkab Palas namun saat ini Bupati dan Wakil Bupati Palas sedang mengikuti kegiatan resmi di Jakarta, sedangkan Sekda, Asisten dan Kabag Tapem sedang tugas luar yaitu di Medan.

“Saat ini Bupati Palas dan Wakil Bupati sedang mengikuti kegiatan resmi di Jakarta, sedangkan Sekda, Asisten dan Kabag Tapem sedang tugas luar, dan saya Kabag Humas mendapat perintah untuk menyambut adik-adik mahasiswa sekalian, kami mengucapkan banyak terimakasih atas kepediuliannya terhadap Padang Lawas ini”.Kata Kabag humas.

Tambahnya, “Kami akan sampaikan ini secepatnya  kepada Bupati Palas, kami sangat menghargai namun kiranya kami juga diberi waktu yang wajar, karna AMP3R baru satu pekan yaang lalu datang kemari, tidak ada alasan kami tidak memperhatikan ataupun melalaikan tuntutan adik mahasiswa, pimpinan kita tidaktinggal diam, jadi kita tunggu saja apa keputusan hukum”, ungkapnya.

Selesai melakukan orasi di kantor Bupati Palas  yang bertempat di Kantor SKPD terpadu Sigala-gala, mahasiswa AMP3R kembali melanjutkan orasinya menuju kantor Kejari Padang Lawas, pantauan Fakta Pers Media, karena AMP3R merasa tidak ditanggapi sempat terjadi saling dorong mahasiswa AMP3R dengan pengaman dari Satpol-PP.

Hingga tak lama Kasi Intel Dafid Riadi SH mewakili Ka Kejari Padang Lawas Ikeu Bahtiar, SH. MH menjawab keluhan yang merupakan tututan mahasiswa atas pengusutan dugaan pungli dana desa 2016, mengatakan, “Pungli itu biasanya tangkap tangan, ini kejadian di 2016, tidak mungkin kita tangkap tangan sekarang, yang menjadi korban adalah kepala desa, mestinya kepala desa tersebutlah yang melapor, datang kemari dan mengatakan betul saya sudah dipungli, karena bukti kwitansi dan dokumen itu tidak ada, untuk Apdesi dan beberapa pengurus sudah kita panggil, namun terus terang kita kesulitan karena tidak ada bukti kwitansi dan dokumen, jadi yang kita harapkan adalah kesadaran dari kepala desa itu sendiri, karena dari beberapa kepala desa setelah kita panggil tidak ada yang mengaku”.

Tambahnya, “Mengenai perkara korupsi sampai hari ini sudah memiliki tujuh surat perintah tugas penanganan perkara korupsi, tiga di antaranya telah kita tingkatkan ketahap penyelidikan yang nilainya berfariasi mencapai miliaran, jadi sebenarnya kami tidak pandang bulu, apalagi untuk penyelidikan untuk camat dan kepala desa itu masih kecil, bukan berarti adanya laporan dari masyarakat kita abaikan begitu saja, alangkah lebih baik kalau ada pengaduan, silahkan laporkan saja ke PPH dan PPM, maka kita akan lebih mudah menyelidiki hal itu lebih mudah.”

“Saya sendiri sudah cek beberapa desa dan memang disana juga banyak kejanggalan, tetapi saya meminta agar bersabar, tahun ini Kejari Palas ada produk, dan saya yakin masyarakat akan ternga-nga melihat temuan kami, uh, besar juga korupsi disini, saya dan pimpinan tidak main main, ditambah apalagi Kasi Pidsus kami adalah Satgas Korupsi di Kejati Sumut, tetapi saya minta untuk bersabar.” Ungkap Dafid riyadi kasi Intel kejari Palas yang konon kabarnya saat bertugas di Aceh Tenggara sudah menangani 15 kasus korupsi dalam waktu tiga tahun.

Tondi pendamping AMP3R kepada Fakta Pers Media mengatakan,”Mayoritas bantuan dana desa harusnya diperuntukan untuk pembangunan inprastruktur, namun ironis baik di Pemdesmas maupun di kecamatan adalah kasi pemerintahan yang memiliki kewenangan bukan kasi pembangunan, saya berharap pihak kejari Palas agar memanggil seluruh kasi pemerintahan yang ada di kecamatan, karna adanya oknum kasi kecamatan yang berkomentar ke kami, bahwa dugaan pungli bukan keinginannya tetapi karena ada instruksi dari Apdesi, untuk diketahui dugaan pungli dana desa sebvesar 15 juta untuk 303 desa yang ada di Kab Palas, kami akan melakukan ratusan aksi lain apabila tuntutan kami tidak menjadi kenyataan.”

“Sedangkan mengenai stetmen Kabag Humas sekertariat menjawab, dalam menjawab tuntutan kami tadi adalah upaya penyelamatan, surat kami sudah masuk 2 minggu yang lalu, jadi stetmen ini bukan tanggapan, namun adalah upaya penyelamatan pimpinan di Kabupaten Padang Lawas ini, kami akan melakukan ratusan aksi lain apa bila tuntutan kami tidak menjadi kenyataan,” tegas Tondi. (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments