Rabu, Juli 28, 2021
BerandaSiap Maju di Pilgub Maluku Utara 2018, Capt. H. Ali Ibrahim: "Jangan...
Array

Siap Maju di Pilgub Maluku Utara 2018, Capt. H. Ali Ibrahim: “Jangan Pilih Pemimpin Bermasalah”

Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim.

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim menyatakan sikap untuk maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur pada pemilihan gubernur (pilgub) Maluku Utara 2018 mendatang. Hal itu disampaikan Ali Ibrahim kepada awak media usai mengikuti kegiatan Media Gathering Hari Jadi Tidore 2017 di Pantai Tugulufa, Tidore beberapa waktu lalu.

“Semuanya memberikan respon yang baik kepada saya untuk mencalonkan diri menduduki kursi 01 Maluku Utara. Makanya saya harus maju sebagai 01. Jadi tergantung survei dari PDIP dan Golkar, kalu surveinya bagus maka saya yakin bisa mendapatkan mandat untuk maju mencalonkan diri. Karena saya juga termasuk salah satu kader PDIP.” Kata Ali Ibrahaim.

Ketika ditanya soal sebagian masyarakat Tidore yang belum menginginkan dirinya untuk mencalonkan diri ke pilgub 2018, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan bahwa, Sofifi dan Kota Tidore adalah satu dan tidak mungkin melepaskan Tidore begitu saja. “Yang pasti, ketika rahmat itu datang kepada saya, Insya Allah saya menjadi Gubernur Maluku Utara. Maka, program-program yang sudah berjalan, saya tetap melihatnya. Apalagi ketika terpilih, maka Wakil saya yang nantinya menduduki  jabatan 01 di Kota Tidore Kepulauan. Pasti kami tetap melakukan kerjasama yang baik. Saya tetap membangun Tidore dan Kabupaten/Kota lainnya di Maluku Utara.” Jelas Ali Ibrahim.

Sementara itu, soal siapa wakil yang akan mendampinginya pada Pilgub 2018 mendatang, dirinya belum bisa memberikan kepastian. “Saya belum bisa memastikan dari kalangan mana.” Katanya. Sedangkan komunikasi Parti politik, menurut Ali Ibrahim baru membangun komunikasi dengan Parti Bulan Bintang (PBB).

Untuk itu, Ali Ibrahim berharap kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, lebih khususnya masyarakat Kota Tidore Kepulauan, agar ketika menjamu pesta demokrasi 2018 mendatang kiranya bisa untuk melihat dan memilih pemimpin yang belum pernah berbuat kesalahan, terutama calon pemimpin yang tersandung kasus Korupsi.

“Saya tidak bermaksud mengatakan diri saya bersih. Namun selama saya memimpin belum pernah saya lakukan satu kejahatanpun. Apalagi yang namanya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Bahkan masa kepemimpinan saya sekarang Korupsi adalah musuh saya.” Tegasnya. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments