oleh

Gunungsitoli Rawan Kejahatan Anak Di Bawah Umur

FAKTA PERS – GUNUNGSITOLI.

Seorang ibu paruh baya inisial AG (40), yang beralamat di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara mendatangi SPKT Polres Nias didampingi Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Daerah Kota Gunungsitoli untuk melaporkan kehilangan anaknya, Bunga (nama disamarkan) usia 15 tahun yang meninggalkan rumah sejak tanggal 19 Februari 2017 sekitar pukul 01.00 Wib.

Berawal dari informasi tetangga, melihat jendela kamar anaknya dalam keadaan terbuka lalu AG melihat ke kamar anaknya, dan ternyata Bunga tidak ada di dalam kamar tidurnya.

Dalam penuturan AG saat berada di SPKT Polres Nias, Rabu (15/3), “saat saya mendengar teriakan tetangga bahwa pintu jendela anak saya bunga terbuka saya langsung mengecek dia di kamar, ternyata Bunga tidak ada, lalu saya langsung mencari Bunga bersama keluarga lainnya,” tutur AG dengan nada sedih sambil menangis

Lanjutnya, “setelah mencari Bunga kemana-mana di lingkungan sekitar, ternyata Bunga kami dapatkan di salah satu rumah milik BLS (19), dan terlihat sedang berduaan di dalam kamar. BLS kami duga punya kedekatan dengan anak saya.”

AG mengatakan bahwa, “sejak kejadian itu Bunga tidak kembali lagi kerumah hingga saya melapor ke Polres ini.”

Bahkan menurut AG, sebelum ia melaporkan permasalahan anaknya Bunga yang masih tinggal di rumah BSL (tanpa status) kalau anaknya Bunga pernah berkomunikasi melalui telepon seluler bahwa bunga sebenarnya ingin kembali ke rumah dan mau melanjutkan sekolah yang masih duduk di bangku SMP.

Bahkan, kepada Ibunya, Bunga sambil menangis bahwa niatnya untuk kembali kerumah selalu dihalangi oleh BSL dan keluarga, sehingga keinginan Bunga untuk meloloskan diri keluar dari rumah BSL tidak bisa tercapai.

Diakhir penyampaiannya, AG memohon kepada Polres Nias agar anaknya dapat kembali ke rumahnya dan bisa bersekolah sebagai mana biasanya, dan jika terbukti bersalah maka BSL dapat diproses sesuai hukum.

Dalam laporannya ke Pihak Polres Nias AG melaporkan BSL tentang tindak pidana “melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bahwa umur” dengan Nomor STPLP/80/III/2017/NS.

Ditempat terpisah KORWIL TRC PA SUMUT (Tritopan Gowasa) saat dikonfirmasi oleh Fakta Pers membenarkan, “ya kemarin saya dapat laporan dari Korda Kota Gunungsitoli, bahwa ada kasus anak yang belum menikah tapi justru sudah disaturumahkan, dan dari keterangan Korda juga bahwa hal tersebut sudah di laporkan ke Polres Nias. Untuk itu kami di tingkat Korwil akan melanjutkan laporan Korda ini ke tingkat Kornas.” katanya.

Ia berharap agar Korda Kota Gunungsitoli mengawal kasus ini, dan mengharap juga demi anak Indonesia.

Sektaris korda TIM REAKSI CEPAT PERLINDUNGAN ANAK Kota Gunungsitoli Parlin Dawolo saat ditemui di ruang kerjanya oleh media pada Jumat (17/03) menuturkan bahwa, TRC PA Kota Gunungsitoli siap kawal kasus ini sampai ke pengadilan.

Menurutnya, “kasus anak ini adalah kasus LUAR BIASA. hukum kasus anak telah diatur dalam UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak. Untuk itu, hukum harus benar-benar ditegakan kepada siapapun yang melakukan kekerasan atau pelecehan terhadap anak di bawah umur.” Ungkap Parlin. (Edward Lahagu)

Komentar

News Feed