Minggu, Mei 16, 2021
BerandaKepala Syahbandar Tikep Usir dan Bahkan Caci Maki Wartawan
Array

Kepala Syahbandar Tikep Usir dan Bahkan Caci Maki Wartawan

FAKTA PERS – TIDORE.

Perbuatan tidak terpuji ditujukan oleh Kepala Syahbandar Tikep Umar Ismail kepada dua wartawan liputan Tidore, yakni Hariyanto Daud wartawan TV Online dan Husaen Kamarudin wartawan Teropong Timur yang hendak mengkonfirmasi terkait izin pelabuhan PLTU Rum Kecamatan Tidore Utara.

Menurut Hariyanto Daud, kejadian tersebut bermula ketika dirinya dan Husaen Kamarudin hendak mengkonfirmasi berita terkait izin operasi pelabuhan yang terletak di PLTU Rum.

Awal kedatangan mereka sudah melalui prosedur yakni mengisi buku tamu dan selanjutnya dipersilahkan untuk bertemu langsung dengan Kepala Syahbandar.Tapi sayangnya, berselang beberapa menit sesi wawancara berlangsung Hariyanto Daud lantas mengeluarkan HP dengan tujuan untuk merekam keterangan Umar Ismail melalui video.

Merasa dirinya direkam tanpa permisi, sontak Umar Ismail lantas mengusir kedua wartawan tersebut sembari mengeluarkan kata-kata kasar. Melihat kondisi yang tak lagi nyaman, kedua wartawan lantas bergegas pergi meninggalkan Umar Ismail.

“Awalnya torang bakudapa bae-bae, cuma saat saya kase kaluar Hp mau bikin video tiba-tiba Pak Umar langsung marah dan bilang sebelum ambe video harus izin. Terus dia marah deng bilang torang anjing deng wartawan macam apa ngoni ini, langsung dia user pe torang,” tandas wartawan TV online Hariyanto Daud.

Hal senada juga diakui oleh wartawan teropong timur Husaen Kamarudin bahwa kejadian yang dialami keduanya hanya lantaran Kepala Syahbandar tidak terima saat pengambilan gambar pada saat wawancara, sehingga mereka usir dan di caci maki.

Melihat kejadian itu, Ketua Komunitas Wartawan Kota Tidore Kepulauan (KWATAK) Mardianto Musa lantas angkat bicara. Bahwa sikap yang di tunjukan oleh Kepala Syahbandar Umar Ismail sangat tidak beretika dan tidak terpuji. Sebagai seorang ASN seharusnya beliau bisa menempatkan diri, kalaupun tidak bersedia untuk direkam dalam video maka sampaikan saja dengan santun bukan malah mencaci maki lalu mengusir wartawan seenaknya. Dan seharusnya beliau paham dengan tugas wartawan dilapangan.Lagipula kedatangan wartawan ini sudah diketahui olehnya, toh kalau tidak bersedia memberikan keterangan maka, jangan persilahkan mereka masuk dan wawancara.

“Sebagai pejabat, seharusnya umar ismail lebih akrab dan santun kepada para pekerja pers. Jika ada yang tidak berkenaan maka sampaikan saja secara baik-baik dan tidak perlu arogan sebab pekerja pers ini juga dilindungi oleh undang-undang. Jadi tolong pahami itu. Kalau marah ya marah saja tara perlu hina-hina profesi wartawan,” tandasnya dengan nada kesal.

Mardianto juga memberikan peringatan keras, “apabila Kepala Syahbandar tidak minta maaf secara terbuka kepada para wartawan, maka masalah pengusiran tersebut akan digiring ke ranah hukum,” tandasnya. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments