Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaOperasi Simpatik 2017, Satuan Lalu Lintas Polres Tikep Tetap Utamakan Upaya Persuasif
Array

Operasi Simpatik 2017, Satuan Lalu Lintas Polres Tikep Tetap Utamakan Upaya Persuasif

Kasat Lantas Polres Tidore, IPTU. Abdul Hafid

FAKTA PERS – TIDORE.

Satuan Lalulintas Polres Tidore dalam melaksanakan Operasi Simpatik 2017 masih mengedepankan upaya persuasif dengan menegur para pelanggar lalu lintas. Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Tidore, Iptu. Abd. Hafid kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya Senin, (6/3) pagi.

Dikatakannya, kegiatan operasi simpatik 2017 yang juga menjadi kegiatan tahunan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri ) ini, merupakan  kegiatan dengan upaya untuk memberdayakan, membangun kemitraan, serta kepedulian berupa kesadaran mengenai keamanan dan ketertiban berlalu lintas di jalan raya.

“Karena namanya operasi simpatik sehingga dalam pelaksanannya, kami melakukan tindakan peneguruan bagi pengendara yang bersalah atau tidak tertib dalam berkendaraan. Seperti tidak memiliki spion, surat-surat kendaraan, dan paling utama adalah tidak menggunakan helm.” Kata Abd. Hafid.

Lanjut Abd. Hafid yang juga baru beberapa hari bertugas sebagai Kasat Lantas Polres Tidore paska sertijab pada Kamis (2/3) kemarin, menuturkan bahwa untuk pengendara roda dua di Kota Tidore Kepulaun dalam hal kesadaran menggunakan helm masih sangat kurang. Untuk itu, ia mengajak kepada masyarakat agar selalu menaati aturan berlalulintas demi keselamatan bersama.

“Penggunaan helm ini sangat perlu demi keselamatan. Karena prinsip saya dalam menyelamatakan orang banyak yaitu ketika mereka tertib berlalulintas otomatis keselamatan diri mereka itu terjaga.” Katanya.

Selain itu, tambah Kasat, dalam operasi simpatik, pihaknya melakukan hunting system dan ternyata banyak didapati  pelanggaran berlalulintas yang dilakukan oleh anak-anak dibawah umur. “Rata-rata kami temukan anak di bawah umur yang berkendaraan membawa motor ini sangat berbahaya sebab mereka dalam kategorinya belum bisa membawa kendaraan. Disamping itu mereka juga sering  ugal-ugalan dalam berkendaraan.” Kata Kasat.

Oprasi simpatik sendiri dilaksankan mulai tanggal 1 Maret hingga tanggal 21 Maret 2017 dan dilakukan diseluruh Indonesia.

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments