Kamis, Mei 13, 2021
BerandaPemkot Tikep Lakukan Persiapan Sambut Festival Tidore 2017 
Array

Pemkot Tikep Lakukan Persiapan Sambut Festival Tidore 2017 

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, tengah melakukan persiapan untuk menyelenggarakan hajatan tahunan, berupa Festival Tidore 2017 yang juga sebagai bagian untuk memperingati Hari Jadi Tidore (HJT) ke-909 yang jatuh pada tanggal 12 April 2017 mendatang.

Kegiatan yang telah masuk sebagai Even Nasional Destinasi Pariwisata Indonesia ini, direncanakan launching pada tanggal 5 April 2017 di Kementerian Pariwisata. “Atas kerja sama pihak Kesultanan Tidore, DPRD Kota Tidore, beserta Pemerintah sehingga kegiatan ini dapat masuk sebagai event nasional oleh Kementerian Pariwisata. Jadi saya selaku Walikota Tidore sangat mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tidore karena telah memperjuangkannya,” kata Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim pada kegiatan media gathering  Hari Jadi Tidore 2017 yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tidore, pada Jumat (24/03) sore bertempat di Pantai Tugulufa Tidore dan dihadiri pihak Kesultanan Tidore, Asisten Walikota, dan para Pimpinan SKPD terkait.

Walikota juga menyampaikan, bahwa launching HJT ke-909 yang dilakukan di Jakarta tersebut, sebagai tujuan agar HJT semakin memiliki gaung yang lebih tinggi lagi. “Kenapa ini kita buatnya jauh-jauh? Kenapa tidak di Tidore atau Halmahera? Hal ini kita lakukan agar gaung dari kegiatan ini lebih besar lagi sehingga bukan cuman nasional tetapi internasional juga mengetahuinya. Sebab, banyak kesiapan telah kita lakukan, salah satunya yaitu Kota Tidore telah masuk kedalam jaringan global kota-kota Magellan,” jelas Walikota.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Drs. Yakub Husain dalam paparannya menyampaikan, bahwa pihaknya telah menjadwalkan berbagai rangkaian kegiatan HJT ini, berupa tradisi dan adat istiadat budaya Tidore. Sebab, menurut Yakub kegiatan Festival Tidore 2017 adalah bagian dari upaya untuk merawat sejarah dan kebudayaan agar tetap terjaga dan diingat selalu oleh generasi Tidore dan juga sebagai modal sosial dalam rangka mendukung pelaksanaan pemerintah dan pembangunan.

Rangkaian pelaksanaan HJT diawali dengan kegiatan Dowari. Dowari merupakan sebuah ritual yang dilaksanakan untuk mengawali setiap kegiatan acara adat, yang ditandai dengan prosesi Kota Tupa ke rumah para Sowohi di Tambula, Folarora, dan Gurabunga di kaki gunung Kie Matubu yang dilakukan pada tanggal 29 Maret dan 2 April 2017. Setelah prosesi kota Tupa, dilanjutkan dengan kegiatan Siloloa Sultan Tidore pada tanggal 7 April 2017 bertempat di Sigi Kolano (masjid Sultan) Kesultanan Tidore. Kemudian pada tanggal 8 April diadakan perayaan masyarakat pegunungan berupa festival dan Bazaar Gurabunga. Dalam acara itu juga diadakan penjamuan bagi tamu dengan menyuguhkan kuliner khas pegunungan seperti kofi dabe (kopi rempah) dan sebagainya, serta dilakukan atraksi budaya pegunungan. Setelah itu, pada tanggal 9 April tepatnya di waktu subuh, dilakukan prosesi Tagi Kie (ritual adat naik ke puncak Gunung Tidore). Lalu dilanjutkan dengan kegiatan Rora Ake Dango (Upacara Pembukaan) yang dilaksanakan di Gurabunga Tidore.

Pada tanggal 10 April, dilakukan prosesi Kota Ake Dango dan Ratib Haddad Farraj. Dimaksudkan untuk memohon keselamatan dan kesejahtraan bagi Sultan, Jou Boki, Bobato Pihak Raha (Dewan Menteri) Kesultanan, bala rakyat dan negeri Tidore beserta wilayah kekuasaan. Sementara itu, ekspedisi Hongi Tidore atau Parade Juanga Sultan Tidore untuk mengelilingi wilayah teritorial Kesultanan Tidore dilakukan pada tanggal 10 April. Dan di tanggal yang sama juga dilakukan Kota dan Rora Paji. Lalu pada tanggal 11 April tepat pukul 23.00 WIT (jam 11 malam) dilakukan perjalanan Panji Nyili-nyili yang diikuti kurang lebih 700 orang dari 5 negeri yakni, Raja Ampat, Seram, Maba, Patani, Weda (gamrange) dan Nyili-Nyili dalam wilayah Kesultanan Tidore. Panji Nyili-Nyili merupakan prosesi Napak Tilas 220 tahun Perjuangan Jou Barakati Sultan Nuku (1797-1805). Paji yang dimaksud adalah bendera-bendera Angkatan Perang Kesultanan Tidore yang berjumlah 4 buah.

Setelah prosesi Panji Nyili-Nyili selesai, pada tanggal 12 April dilaksanakan Kirab Agung Kesultanan dan Upacara Puncak HJT ke-909. Dalam upacara puncak tersebut, dilakukan juga dengan kegiatan Launching “Museum Maritim Dunia”. Kemudian malamnya dilanjutkan dengan Ratib Taji Besi yang dilaksanakan di Gandaria Kadato Kie dengan melibatkan para Imam dan Syara (Joguru).

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments