Jumat, Juli 30, 2021
BerandaPersidangan Masih Molor, Hakim Terkesan Ciptakan Tirani Terhadap Media
Array

Persidangan Masih Molor, Hakim Terkesan Ciptakan Tirani Terhadap Media

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Jadwal sidang masih molor, kinerja Pengadilan Negeri/Ekonomi Padang Sidempuan di Sibuhuan yang nota bene sebagai lembaga pelayanan publik dalam hal mencari keadilan dinilai belum optimal serta perburuk citra pengadilan.

Pantauan Fakta Pers pada Kamis (9/3/17) di kantor pengadilan tersebut, hingga pukul 15.00 WIB persidangan belum juga di buka, dikarenakan Hakim belum sampai ke kantor pengadilan di Sibuhuan Kab. Palas.

Ibu Boru Harahap (60) yang mengaku warga Wek 1 Banjar keliling Sibuhuan yang mengaku sudah tiba pukul 12.30 WIB guna mengikuti persidangan keluarganya, kepada Fakta Pers mengatakan, “Lama lagi ya Nak sidangnya di mulai? Katanya sidangnya mulai jam 1 siang, makanya saya datang setengah jam lebih awal, eh malah sudah jam 3 sore sidangnya belum juga di kuali, saya kuatir seperti Kamis kemarin sidangnya malah ditunda.” Keluh Ibu Boru Harahap.

Sekira pukul 15.30 Wib tahanan baru tiba dipersidangan dengan pengawalan dari Polsek Barumun, sontak kerumunan warga berdatangan yang ingin mengikuti jalanya persidangan yang dibuka oleh Hakim Ketua.

Pak Harahap (52) warga Binaga Kec. Barumun Tengah mengaku sedang menunggu giliran sidang familinya, namun hingga pukul 18.50 Wib belum juga disidangkan, karena menunggu antrian sidang yang harus menempuh 50 km hingga sampai ke Kantor Pengadilan Sibuhuan yang menunggu persidangan keluarganya namun hingga pukul 18.50 Wib belum juga disidangkan.

“Wuah, entah gimana lagi ini Nak, padahal ini sudah hampir jam 7 malam, koq giliran sidang famili saya belum dipanggil ya, saya dari Binanga kemari naik sepeda motor dengan istri saya yang menempuh perjalanan 50 km atau 2 jam lebih perjalanan hingga sampai ke kantor pengadilan ini, hendaknya persidangan keluarga saya cepat diputuskan hakim, sebab kalau hal ini terus terjadi, saya juga mana tahan terus-menerus begini.” Keluh Harahap.

Ada kejanggalan saat persidangan pengadilan negeri di Sibuhuan, tepatnya di atas pintu persidangan terdapat papan yang bertuliskan 6 poin aturan yang terkesan menjadi peraturan di dalam persidangan yakni;

1). Dalam ruang sidang, siapapun wajib menunjukan sikap hormat kepada pengadilan. 2). Dilarang membawa senjata api, senjata tajam dan benda yang dapat membahayakan keamanan sidang. 3). Pengunjung sidang wajib duduk dengan sopan dan tidak mengganggu jalannya sidang. Bagi pengunjung sidang yang tidak mentaati tata tertib persidangan, kepadanya dapat diambil tindakan sesuai hukum. 4). Dilarang keluar masuk dalam ruang sidang tanpa ijin majelis ketua hakim. 5). Anak dibawah umur dilarang memasuki ruang persidangan. 6). Dilarang memotret dalam saat persidangan.

Liber S, salah satu wartawan media kepolisian keluhkan poin 6 yang terkesan menjadi tirani dalam melakukan peliputan di kantor pengadilan saat persidangan.

“Seperti wartawan barusan yang sudah permisi mengikuti aturan seperti yang tertulis tepat di pintu masuk persidangan, eh malah hakim ketua katakan kepadanya, kalau hendak memotret harus permisi dahulu ke Humas sebelum persidangan di mulai, karna saat ini dalam acara persidangan, maka bisa kami anggap saudara menggangu keamanan persidangan,” katanya.

“Sebenarnya itulah sebabnya di Kab Palas sepi pemberitaan tentang proses pengadilan, media merasa tertekan, bahkan ada dari wartawan lain tidak berani mempublikasikan, dan karena tidak tahu kapan mau permisi ke majelis hakim, sementara datangnya saja selalu telat dengan alasan jauhnya akses, dan setibanya di pengadilan mereka langsung buru-buru ke ruangan, secara otomatis kita hanya bisa berhadapan saat sidang sudah berjalan, sedangkan Humas maupun Panitera juga simpang-siur dalam memberikan keterangan ke Media, makanya jadwal sidang telat, namun selesai hingga pukul 21.00 WIB, tetap sepi pemberitaan”, ketusnya. (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments