oleh

Puluhan Aktivis Kembali Desak KPK Usut Tuntas Kasus Pungli K2 Sarolangun

-Daerah-172 views

 

FAKTA PERS – JAKARTA.

Puluhan aktivis anti korupsi dan mahasiswa asal Sarolangun, Jambi kembali mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Rasuna Said, Jakarta.

Kedatangan para aktivis dan mahasiswa untuk kali ke tiga ke gedung KPK tersebut untuk mendesak pihak KPK segera memanggil Cek Endra, Bupati Sarolangun, yang diduga terlibat dalam aksi pungli CPNS K2 pada tahun 2012 sampai tahun 2015. Hal tersebut dinilai merugikan masyarakat hingga mencapai Rp 42,441 milyar. Kasus ini sudah dilaporkan oleh para aktivis dan masyarakat sebulan lalu.

Kordinator Aksi Ahmad Sodikin meminta KPK menindaklanjuti kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Sarolangun ini. “Kami meminta KPK secara serius untuk menyelidiki kasus ini, karena kami ingin revolusi mental yang dicanangkan pemerintah dalam pemberantasan korupsi sesuai nawacita Presiden Jokowi bisa terwujud adil dan merata di seluruh indonesia”, ujarnya.

Kasus pungli K2 Umum pada pemerintahan Cek Endra saat itu yang merugikan masyarakat hingga milyaran rupiah tersebut juga melibatkan aktor intlektual tangan-tangan besi yang mengendalikan. “Sehingga kasus pungli CPNS Umum K2 tersebut berjalan secara terstruktur dan sistematis, hingga kini kasus tersebut sulit untuk terungkap oleh pihak penegak hukum kejaksaan dan kepolisan di wilayah Sarolangun, Jambi. Untuk itu kami berkali-kali mendatangi kantor KPK untuk melaporkan kasus pungli dan beberapa kasus korupsi lainnya yang dilakukan oleh oknum para penguasa di pemerintahan Kabupaten Sarolangun, Jambi,” jelasnya lagi.

Saat ini, menurut Ahmad nasib korban dari kasus pungli tersebut masih buram dan tidak ada kejelasan. “Masyarakat yang menjadi korban dari kasus pungli yang dilakukan oleh oknum pejabat pemerintahan terkatung-katung menunggu ketegasan hukum dari KPK sebagai lembaga anti korupsi yang masih sangat dipercaya oleh publik,” katanya geram.

Sebelumnya, Ahmad mengaku pihaknya sudah melaporkan kasus ini sekaligus menyerahkan data-data sebagai barang bukti kepada KPK sejak tanggal 31 januari 2017 lalu untuk ditindaklanjuti oleh KPK.

Ahmad Sodikin berharap kasus pungli yang merugikan masyarakat Sarolangun yang menjadi korban oknum pejabat setempat dapat segera terungkap di tangan KPK.

(Dedy/Guntur)

Komentar

News Feed