Senin, Maret 8, 2021
Beranda Calon Tunggal Dinilai Kurang Bagus Bagi Demokrasi Modern
Array

Calon Tunggal Dinilai Kurang Bagus Bagi Demokrasi Modern

FAKTA PERS – PURWAKARTA.

Ketua Bapilu DPC PDIP Purwakarta Haris Yogi menilai calon tunggal dalam Pilkada Purwakarta 2018 kurang bagus untuk demokrasi modern.

“Calon tunggal itu kurang bagus bagi demokrasi modern. Memperkecil ruang buat mereka (calon bupati/wakil bupati, red), untuk tampil buat membangun purwakarta”, jelasnya.

Ia melanjutkan dalam waktu dekat partai PDIP akan membuka pendaftaran penjaringan calon. “Jadwal penjaringan calon dibuka dari tanggal 1-7 mei 2017. Selanjutnya, verifikasi dilakukan oleh DPP PDIP. Saya tegaskan, tidak ada mahar politik bagi calon,” kata dia.

Pihaknya, kata dia, kini tengah membangun komunikasi politik dengan beberapa partai. “Kami baru berbicara penjajakan koalisi partai. Setelah terbangun kolalisi, baru kita berbicara calon yang akan diusung,” ujarnya.

Menurutnya, PDIP Purwakarta realistis dalam menentukan sikap politik jelang Pilkada Purwakarta 2018. “Kami punya hitungan yang realistis, kalau PDIP mengusung calon wakil bupati itu sangat relevan karena perolehan suara terbanyak kedua dalam pileg 2014 lalu, kami akan menyiapkan kader terbaik PDIP untuk didudukkan sebagai calon wakil bupati,” pungkasnya dikantor DPC PDIP Purwakarta, Selasa (18/4).

Tensi politik jelang Pilkada Purwakarta 2018 kian meningkat, sejumlah tokoh mulai bermunculan meramaikan bursa balon bupati/wakil bupati 2018.

Dari kalangan Politisi, H. Saefudin Zukhri yang kini menjabat anggota DPRD Provinsi Jabar Fraksi PKB, H. Rustandie anggota DPRD Jabar Fraksi Nasdem dan Ketua DPC PDIP Purwakarta, Acep Maman.

Sementara dari birokrat, Wakil Bupati Dadan Koswara, Sekda Pemkab Purwakarta Padil Karsoma dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemkab Purwakarta, Ruslan Subanda disebut-sebut akan maju.

(rom)

Most Popular

Recent Comments