Jumat, Mei 7, 2021
BerandaCegah Kerusakan Hutan, Aktifitas Galian Pencarian Harta Karun Ditutup
Array

Cegah Kerusakan Hutan, Aktifitas Galian Pencarian Harta Karun Ditutup

FAKTA PERS – PURWAKARTA.

Camat Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, M Syariful Harom bersama unsur Muspika dan sejumlah elemen masyarakat menutup bekas galian yang dipercaya sebagai lokasi terkuburnya harta karun.

Penutupan bekas galian di puncak Gunung Haur di Kampung Kiara Bandung, Desa Kutamanah Sukasari ini untuk menghindari kerusakan alam yang lebih luas. Syariful mengungkapkan para penggali yang diduga dilakukan oleh Harun Iwa bersama rekannya mempercayai lokasi yang digali terkubur harta karun.

“Apapun alasan mereka (para penggali, red), tujuannya sudah jelas merusak alam dan melanggar peraturan, apalagi ini lokasinya hutan Perum Perhutani. Bisa semakin luas kerusakan yang terjadi bila tidak dihentikan”, ujarnya dilokasi penutupan galian rabu (12/4).

Aksi penggalian, kata Syariful, sudah berlangsung hampir dua bulan. “Bila tidak dihentikan dan ditutup dari sekarang, kerusakan lingkungan sekitar akan semakin meluas. Mudah-mudahan tidak ada lagi aksi penggalian liar di area Gunung Haur ini,” tegas dia.

Menurutnya, sedikitnya 35 orang dilibatkan untuk menutup galian tersebut. “Selain masyarakat setempat, majelis adat desa, komunitas pencinta alam. Kami juga dibantu oleh unsur TNI-Polri menutup galian tersebut. Kami akan selalu mengawasi area ini, untuk mencegah upaya penggalian di kemudian hari,” imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Resort Pemangku Hutan (KPRH) Sukasari, Didi supriadi mengatakan, penggalian yang dilakukan oleh para pencari harta karun itu, akan merusak ekosistem yang ada di hutan. “Lubang yang digali sedalam 12 meter dengan diameter 2 meter sudah ditutup, nantinya akan ditanami pohon kembali. Kita harus menjaga hutan demi kelangsungan dan kelestarian lingkungan,” singkat Didi.

(rom)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments