Minggu, Maret 7, 2021
Beranda Cucun Syamsurizal Apresiasi Program Pendalaman Kitab Kuning yang Dicetuskan Dedi Mulyadi
Array

Cucun Syamsurizal Apresiasi Program Pendalaman Kitab Kuning yang Dicetuskan Dedi Mulyadi

FAKTA PERS – PURWAKARTA.

Ketua Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa, Cucun Syamsurizal mengapresiasi program pendalaman kitab kuning yang dicetuskan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, karena dinilai sangat efektif diberlakukan dalam kurikulum muatan lokal diseluruh sekolah di Kabupaten Purwakarta.

“Program yang digagas Bupati Purwakarta merupakan hal baru di Indonesia, namun sangat efektif karena berhasil mengaplikasikan konsep pesantren ke dalam pendidikan umum,” kata Cucun disela-sela acara pembukaan Musabaqoh Qiro’atul kutub yang digelar di Bale Maya Datar Komplek Setda Pemkab Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (16/4).

Ia mengakui konsep tentang pemeliharaan ajaran Kitab Kuning sangat diapresiasi oleh para santri, bahkan acara ini atmosfernya mirip di Jawa Timur. “Kami punya program Kitab Kuning Goes to Campus, sementara beliau (Dedi Mulyadi, red) berhasil membuat Kitab Kuning Goes to Pendopo. Sehingga, kami akan mengajak beliau keliling sebagai nara sumber materi pendalaman kitab kuning”, jelasnya.

Menurutnya, pendapat para ulama yang termaktub dalam kitab kuning, akan membuat santri berpikir ulang untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki. “Apabila ada santri yang masih mengejek orang lain. saya pastikan, itu mondoknya dan ngajinya tidak selesai. Sebab kalau ngajinya selesai, pasti berpikir ulang terhadap apapun yang akan dilakukan.” terang Cucun yang juga sekretaris Fraksi PKB DPR RI ini.

Ditempat yang sama, menurut Dedi Mulyadi selain untuk memperkaya Khazanah pemikiran Keislaman pelajar Purwakarta, juga untuk mensejajarkan antara lulusan pesantren dengan pendidikan umum. “Saya kira ada pandangan yang keliru, masih ada ketidakadilan, dimana lulusan pesantren dianggap tak bisa melakukan apa-apa. Saya buktikan kekeliruan itu, dengan membuktikan merekrut 526 guru ngaji kitab kuning lulusan pesantren. Kini, mereka sejajar dengan lulusan perguruan tinggi karena bisa sama-sama mengajar disekolah”, ujarnya.

Tak hanya di Purwakarta, Ia pun berencana akan membuat Musabaqoh tingkat Provinsi Jawa Barat. “Saya siapkan hadiah umroh, bagi santri yang berhasil meraih juara satu dalam setiap kategori lomba. Hadiah yang sama, juga sudah saya siapkan untuk empat orang santri dan satu orang juri utama dalam Musabaqoh Tilawatil Kutub yang diikuti para santri di Purwakarta,” tutup Dedi. (rom)

Most Popular

Recent Comments