Senin, September 27, 2021
BerandaDiskusi Soal Pengelolaan PDAM, Komisi II DPRD Mojokerto Kunjungi DPRD Tikep
Array

Diskusi Soal Pengelolaan PDAM, Komisi II DPRD Mojokerto Kunjungi DPRD Tikep

Ketua DPRD Tidore Anas Ali, SE (Peci) saat menjamu Ketua DPRD Mojokerto Purnomo S.Pd.

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Komisi II DPRD Mojokerto pada Kamis (21/4) pagi menyambangi DPRD Kota Tidore Kepulauan,  Provinsi Maluku Utara. Rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Mojokerto Purnomo S.Pd., serta Ketua Komisi II Mojokerto Aris Satriyo dengan anggotanya masing-masing Dwi Edwin EP S.E., Suliyat S.H., Junaedi Malik, Sonny Basoekyr dan Odek Prayitno, beserta jajaran dari Sekretariat DPRD Mojokerto tersebut, diterima langsung Ketua DPRD Tidore Anas Ali S.E. dan Wakil Ketua II DPRD  Mochtar Djumati.

Dalam kunjungan itu, Ketua DPRD Mojokerto Purnomo mengatakan bahwa tujuan kedatangan  anggota Komisi II DPRD Mojokerto ke DPRD kota Tidore untuk melakukan sharing informasi soal peran DPRD terhadap Pengelolaan Perusahan daerah air minum (PDAM) sejauh mana.

“Sebab, informasi yang nantinya didapat, akan ditindaklanjuti oleh DPRD Mojokerto agar sekembalinya di daerah menjadi bahan pembelajaran. Hal itu karena pengelolaan Air bersih di Mojokerto masih butuh banyak pembenahan baik dari pengelolaan maupun lainya,” kata Purnomo saat tatap muka di lantai satu  ruang Paripurna DPRD kota Tidore.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD kota Tidore Anas Ali menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja luar pulau Jawa DPRD Mojokerto di Kota Peraih delapan kali turut-turut penghargaan Adipuran, serta tata kelola Keuangan daerah yang terus meraih wajat tanpa pengeculian dua kali berturut-turut dari Badan Pemeriksaan keuangan (BPK) RI perwakilan Maluku Utara.

“Terimah kasih kepada DPRD Mojokerto yang sedianya mengambil kota Tidore sebagai tempat kunjungan kerja untuk bertukar informasi terkait pengelolaan air bersih,’’ ujar Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas maupun Mochtar Djumati juga meyampaikan bahwa Kota Tidore sudah memiliki tiga kali pergantian Kepala daerah, yang terpilih saat ini dalam pilkada serentak tahun 2015 lalu yaitu Capt H Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, Pengelolaan APBD kota Tidore masih diseputaran angka Rp 800 milyar lebih dan pengelolaan air minum masih mendapat perhatian pemerintah daerah melalui penyertaan modal.

Sementara itu, Kepala PDAM Kota Tidore Ansar Gunawan yang juga hadir dalam tatap muka tersebut, menjelaskan bahwa pengelolaan air bersih di Kota Tidore kedepanya akan terus dibenahi dengan segala upaya pencapaian target yang dirancang.

Kondisi PDAM kota Tidore diakui Ansar masih terdapat kebocoran mencapai 48 persen dengan kategori belum sehat sebagaimana dalam hasil audit beberapa waktu lalu. Sehingga belum memberikan sumbangsih terhadap pendapatan asli daerah (PAD), atas kondisi ini pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan  dengan optimalisasi program kedepan.

“Baru 20 persen dari kurang lebih 1018 Jiwa penduduk di kota Tidore mendapatkan pelayanan air bersih  dengan 48 kapasitas produksi melayani 40.100 pelanggan. Maka dari itu, tahun ini  PDAM Kota Tidore telah ditetapkan sebagai program penerima dana hibah selama tiga tahun berturut-turut sampai pada tahun 2019. Itulah gambaran umum,” tutur Ansar.

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments