Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaHarga Karet Terjun Bebas, Masyarakat Jambi Menjerit
Array

Harga Karet Terjun Bebas, Masyarakat Jambi Menjerit

FAKTA PERS – SAROLANGUN.

Mayoritas masyarakat petani di wilayah Provinsi Jambi, khususnya masyarakat Kabupaten Sarolangun yang menggantungkan hidupnya melalui usaha menyadap karet.

Hampir 85% warga masyarakat menggantungkan hidup dengan bertani dan menyadap karet untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari hari. Namun hal yang paling menyedihkan semenjak harga karet terjun bebas, warga masyarakat merasa kewalahan untuk menutupi kebutuhan.

Darul (42), warga Pulau Pandan yang juga sehari-hari menyadap getah karet merasa prihatin dengan kondisi harga jual getah karet saat ini. Di sela-sela aktifitasnya Darul menuturkan, “ketika harga karet masih Rp. 12 ribu perkilo nya, kami masih bisa bertahan untuk menghidupi keluraga dari hasil penjualan getah karet.” katanya kepada Fakta Pers pada Jumat (21/4).

Menurutnya, “Semenjak harga karet terjun bebas hingga mencapai Rp. 5 ribu membuat kami kewalahan dan enggan ke kebun untuk menyadap getah karet lagi. Karena dengan harga Rp. 5 ribu perkilo, itu tidak sesuai dengan tenaga dan waktu yang kami keluarkan. Apalagi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari jauh dari kata cukup,” keluh Darul.

“Kami berharap kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memperhatikan dan menormalkan harga penjualan getah karet,” harapnya.

“Kalau hal seperti ini terus dibiarkan dan pemerintah tidak memberikan solusi, maka masyarakat akan menjerit kelaparan, dan masyarakat akan semakin menderita dengan keadaan ini.” pungkasnya. (Sadri)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments