oleh

Kabupaten Malang Menggelar Hari Air Dunia XXV

-Daerah-314 views

FAKTA PERS – MALANG.

Sejak 25 tahun yang lalu, tepatnya 22 Desember 1992, PBB dalam hal ini adalah UNICED telah menetapkan Hari Air Dunia (HAD). Sementara, untuk wilayah Jawa Timur, tahun ini peringatan tersebut diselenggarakan di Desa Ngabab Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Jawa Timur.

Ketua Panitia Penyelenggara, Staf Balai Besar Sungai Brantas, Agus Suyanto mengatakan, bahwa penyelenggaraan HAD XXV ini kolaborasi dari beberapa instansi diantaranya, BBWS Brantas, Dinas PU SDA Propinsi Jawa Timur, Pemkab Malang, Perhutani, dan BP DAS.
“HAD XXV yang digelar di Kabupaten Malang ini diikuti 25 peserta dari beberapa unsur, dan kegiatan ini dirangkai penandatanganan yang menyatakan komitmen untuk menjaga kebersihan air,” kata dia, Rabu (05/04/2017), saat ditemui di lokasi.

Diungkapkan olehnya, mengapa penyelenggaraan digelar di Desa Ngabab, karena desa ini merupakan penyumbang sampah domestik, sampah pertanian, dan sampah peternakan yang mencemari Sungai Konto. “Tujuan peringatan HAD XXV ini, yang jelas untuk mengingatkan betapa pentingnya air untuk kehidupan,” ujar Agus.

Secara terpisah, Bupati Malang H. Rendra Kresna, menjelaskan, bahwa HAD 2017 ini mengangkat tema Wastewater atau Air Limbah. Mengapa demikian, diangkatnya tema tersebut tidak terlepas dari fakta bahwa masih minimnya kepedulian terhadap air limbah dari masyarakat.

“Kalau dilihat, dari data yang ada sekitar 80 persen air limbah dari masyarakat, dan masuk kembali ke alam tanpa proses penanganan yang benar, bahkan dipergunakan kembali secara langsung,” jelas dia.

Ditegaskan Rendra, air yang berpotensi diolah juga mengalir begitu saja ke sungai, laut, dan tempat lainnya, padahal di waktu bersamaan kebutuhan air baku masih sangat terbatas dan minim, ini tidak sebanding dengan jumlah permintaan dan kebutuhan, yang seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.

“Disini, lebih parah lagi masih banyak ditemukan kematian yang didominasi anak-anak, yang diakibatkan sanitasi yang buruk dan pencemaran air,” pungkas bupati. (Putut Priyono)

Komentar

News Feed