oleh

Kapolres Tidore, Siap Lepas Pangkat dan Jabatan Atas Kasus Kematian Bidan Cantik Afivah

-Daerah-192 views

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Kepala Kepolisian Resor Tidore Kepulauan, AKBP Azhari Juanda, SIK mengatakan, siap lepas pangkat serta jabatan bila penyelidikan kasus kematian bidan cantik Afivah Arachman tidak tuntas. Hal itu disampaikan Kapolres saat mendampingi Walikota Tidore Kepulauan  untuk mendengarkan penyampaian aspirasi massa aksi solidaritas Profesi dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Tidore Kepulauan, pada Selasa (11/4) siang sekira pukul 11.45 WIT di Aula Nuku kantor Walikota Tidore.

Dikatakannya, kasus kematian Bidan Afivah Arachman sejak kemarin perkaranya selalu digelar terus menerus sampai malam. Bahkan kemarin juga pihaknya meminta backup dari Polda Maluku Utara dan pada hari ini (Selasa 11/4) juga akan dilayangkan surat untuk otopsi.

“Percayalah pada kami untuk menyelesaikan kasus ini. Saya siap mempertaruhkan pangkat dan jabatan saya untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Kapolres dan diikuti suara gemuruh tepuk tangan massa IBI di dalam aula.

Kapolres melanjutkan, masalah penyelidikan dan penyidikannya berupa teknik dan taktik tidak akan mungkin disampaikan sekarang secara terang benderang, baik di dalam forum maupun lewat media massa. “Ini tidak mungkin kami sampaikan karena ada hal-hal yang harus kami rahasiakan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres memberikan apresiasi secara pribadi kepada rekan-rekan bidan karena telah melakukan aksi solidaritas sesama profesi guna meminta dipercepat dan dituntaskan kasus kematian ini. “Saya selaku Kapolres dengan segala cara dan upaya apapun akan tuntaskan ini,” tegasnya.

Kapolres juga mengatakan, secara pribadi telah berkomunikasi dengan Walikota maupun Wakil Walikota, termasuk pagi tadi (Selasa, 11/4) mendiskusikan masalah tersebut. Untuk itu, Ia meminta serta memohon dukungan dari semua Masyarakat Tidore Kepulauan, sekaligus membantu dengan doa.

“Dengan lapang dada kami terima untuk informasi yang diberikan. Walaupun informasi itu, sekecil apapun. Kami tekankan, Insya Allah selaku Kapolres dengan segala daya upaya yang kami miliki, kami akan menuntaskan masalah ini,” jelas Kapolres.

Selain itu, Kapolres berharap, agar masyarakat tidak memberikan informasi maupun komentar-komentar yang belum pasti tingkat validasinya serta tidak sembarangan memposting soal pelaku ke media sosial. “Sumber yang valid hanya dari Kepolisian, jadi tidak boleh memposting sembarang tanpa sumber yang jelas,” imbau Kapolres. (ss)

Komentar

News Feed