Senin, September 20, 2021
BerandaMiris, Hak Siswa SD Negeri 0109 Padang Lawas Ditumbalkan Demi Sosialisasi K-13
Array

Miris, Hak Siswa SD Negeri 0109 Padang Lawas Ditumbalkan Demi Sosialisasi K-13

SD Negeri 0109 Janji Lobi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Demi lancarnya kegiatan sosialisasi K-13 yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatra Utara, puluhan siswa SD Negeri 0109 Janji Lobi harus rela belajar di lantai kelas, Selasa (25/4/2017). Atas kejadian ini, banyak pihak yang mempertanyakan fungsi dan tanggung jawab Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas yang seyogyanya mengatur urusan pendidikan agar berjalan lancar sesuai dengan program pusat.

Untuk menunjang tenaga pendidik dalam menerapkan K-13, pemerintah menggunakan fasilitas penunjang proses belajar yang diambil dari 3 kelas sekaligus, yaitu kelas IV, V, dan VI. Sehingga, siswa-siswinya terpaksa harus belajar di lantai.

Diketahui, peserta kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh 120 Kepala Sekolah tingkat Dasar (SD) dari 3 kecamatan yakni Kecamatan Barumun, Lubuk Barumun dan Ulu Barumun.

Mengetahui kejadian tersebut tengah diperhatikan, Kepala SDN 0109 Janji Lobi Hotnida Lomongga Siregar langsung menghampiri wartawan dan meminta agar kejadian siswa yang belajar di lantai tidak di ekspos ke media.

“Aduh Pak, kalau mau foto permisi dulu dong, dan mengenai siswa yang belajar di lantai jangan di ekspos ke media”, pinta Hotnida.

Dia mengakui bahwa kegiatan sosialisasi K-13 yang diadakan di sekolahnya adalah kegiatan LPMP Provinsi Sumut, dimana panitia pelaksananya adalah Komat dan tutornya Dony. Hotnida juga mengungkapkan kegiatan ini sudah mendapat izin dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Lawas.

“Kegiatan ini sudah ada izin dari Kadis Pak, dan memakai 3 lokal siswa untuk 120 kepala sekolah dari 3 kecamatan sebagai peserta sosialisasi ini, saya hanya menjalankannya”, ungkap Hotnida.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Lawas, Abdul Rahim Hasibuan saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan Hotnida telah berbohong. Pihaknya mengaku telah memberikan izin sosialisasi K-13 di sekolah tersebut, namun tidak ada memberikan izin kegiatan menggunakan ruangan siswa.

“Saya sudah pergi ke sekolah itu. Karena kegiatan sudah menggangu proses belajar mengajar, maka kegiatan itu saya hentikan dan saya alihkan ke sekolah Arab atau Madrasah. Sebenarnya saya juga baru tahu hari ini, karena kegiatan Bimtek K-13 dimulai semalam (libur nasional) dan saya tidak disini, datanglah LPMP bertujuan mengadakan bimtek K-13 untuk kelas I dan kelas IV yang diikuti seluruh Kepala Sekolah dari 5 Kecamatan yakni 4 Kecamatan eks Barumun ditambah Kecamatan Sosopan, dan digelar di SDN 0109 Janji Lobi dan SDN 0601 Paringgonan”, jelas Abdul Rahim panjang lebar.

“Sedangkan untuk SDN 0601 Paringgonan memang mereka menggunakan ruangan belajar siswa namun bertepatan siswa disana sedang mengikuti pelajaran diluar sekolah”, katanya lagi.

Abdul mengakui jika dirinya mendatangi kegiatan tersebut di Sekolah SDN 0109 Janji Lobi, namun pada saat itu juga dia hentikan kegiatannya.

“Kegiatan bimtek K-13 dari LPMP ini adalah kegiatan Provinsi Sumut yang dan memang harus kita laksanakan. Karena bertepatan saya semalam tidak disini, maka kegiatan saya serahkan ke Kabid Dikdas. Mungkin menurutnya di sekolah itu yang tepat untuk diadakannya Bimtek. Datanglah saya ke sana dan kegiatan saya hentikan, lalu dialihkan ke sekolah Arab Madrasah”, ungkapnya.

Atas kejadian ini, Abdul sangat menyayangkan Kepala Sekolah SDN 0109 Hotnida telah berbohong mengenai izin kegiatan tersebut. Dia juga menegaskan akan melakukan panggilan terhadap Hotnida untuk mempertanggungjawabkan tindakannya yang berefek buruk pada proses belajar siswa-siswi di sekolahnya.

“Kepsek sudah berbohong akan hal tersebut, kalau ada izin tentu ada suratnya, ruangan di sekolah adalah hak kepala sekolah. Memang saya ada memberikan izin untuk kegiatan tersebut, namun saya tidak ada memberikan izin untuk memakai ruangan belajar siswa hingga harus belajar di lantai, yang bodoh lah saya seorang kadis kalau modelnya seperti itu. Saya akan panggil kepala sekolah karena telah berbohong tentang izin tersebut”, kata Kadis.

Sementara, berdasarkan pantauan Fakta Pers di lokasi Bimtek terdapat staf bidang pendidikan dasar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Lawas mendampingi jalannya Bimtek yang digelar oleh LPMP di sekolah tersebut. Mustahil jika kadis tidak mengetahui lokasi kegiatan Bimtek K-13 berlangsung.

Sementara Kabid Dikdas hingga pukul 14.25 WIB belum juga hadir di ruangannya, namun salah satu stafnya yang juga ikut mendampingi jalannya Bimtek K-13 mengatakan bahwa Kabid Dikdas Rosidi belum masuk kantor.

Berdasarkan informasi yang didapat Fakta Pers, kegiatan ini juga digelar di SDN 0601 Paringgonan, Kabupaten Padang Lawas dan diikuti 120 Kepala Sekolah modus yang sama, namun hingga berita ini dimuat Kepala Sekolah SDN 0601 Mahmud Nasution belum berhasil ditemui.

(R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments