oleh

PDAM Muara Enim Lakukan Pelayanan Jemput Bola Kepada Pelanggan

-Daerah-259 views

FAKTA PERS – MUARA ENIM.

PDAM Lematang Enim selama ini telah banyak mengalami kerugian, karena banyaknya para pelanggan yang menunggak pembayaran dan banyak juga kebocoran pipa PDAM. Untuk menanggulangi hal tersebut pihak PDAM melakukan kegiatan kejar bola dan perbaikan langsung. Tidak menutup kemungkinan pihak PDAM langsung melakukan pemutusan sementara bagi pelanggan yang belum sanggup membayar tagihanya.

Rabu, 26/04/2017, tim penagihan dan pemutusan dari pihak PDAM melakukan kegiatan kejar bola di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Muaraenim, dalam kegiatan itu dipimpin langsung oleh H. Zakaria Ikhrom (Jek) kepala bagian hubungan langganan.

Saat ditemui Fakta Pers di lapangan Jek mengatakan, “kami melakukan kegiatan ini untuk mengurangi kerugian yang dialami PDAM. Dimana pada tahun kemarin angka penunggakan pelanggan sangat tinggi, maka dari itu kami berusaha agar untuk di tahun 2017 dan seterusnya angka kerugian tersebut berkurang. Selain itu kegiatan yang kami lakukan ini juga untuk mempermudah para pelanggan melakukan pembayaran, serta kami juga langsung bisa menindaklanjuti beberapa pengaduan dari masyarakat menyangkut permasalahan dan keluhan masyarakat.”

“Di tahun kemarin angka penunggakan pembayaran para pelanggan sangat tinggi,sehingga PDAM mengalami kerugian yang sangat besar, maka dari itu kami mengambil solusi melakukan kegiatan mengejar bola. Kami lakukan penagihan ke rumah pelanggan yang telah menunggak pembayaran selama tiga bulan keatas. Dan tidak menutup kemungkinan meteran pelanggan akan kita putuskan sementara apabila pelanggan tidak ada itikad baik untuk melakukan pembayaran,” papar Jek.

Menurut Jek, “Dengan kegiatan ini juga kami sekalian menindaklanjuti pengaduan dan keluhan dari para pelanggan yang telah melapor dengan kami, baik itu secara lisan maupun tertulis.”

“Arman (50), salah satu pelanggan yang meteranya diputuskan oleh pihak PDAM membenarkan pemutusan tersebut. Dia mengakui kalau sudah hampir tiga tahun tidak pernah melakukan pembayaran dengan alasan PDAM yang terpasang ini bukan atas namanya, melainkan atas nama kakaknya, yang mana kakaknya itu sudah tidak tinggal di rumah tersebut. Dan sepeninggalnya kakaknya, tagihan sudah nunggak pembayaranya selama satu tahun lebih.

Lain lagi apa yang diungkapkan oleh Reptoni (30), “saya sangat setuju sekali dengan kegiatan ini, karena dengan kegiatan ini terutama saya.”

“Sangat terbantu sakali, saya merasa kadang lupa ataupun tidak sempat untuk melakukan pembayaranya ke kantor jadi dengan adanya kegiatan ini saya tidak perlu lagi untuk melakukan pembayaran ke kantor ataupun ke tempat pembayaran lainnbya.” tutupnya. (Aidil K)

Komentar

News Feed