Minggu, Juli 25, 2021
BerandaPLN Area Padang Sidempuan Belum Bayar Pesangon, KC FSPMI Geruduk Disnaker Palas
Array

PLN Area Padang Sidempuan Belum Bayar Pesangon, KC FSPMI Geruduk Disnaker Palas

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Massa aksi KC FSPMI Kabupaten Palas, melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Padang Lawas (Palas). Dalam aksinya mereka meminta Disnaker Palas mendesak manajemen PT PLN (Persero) Area Padang Sidempuan C/q PLN Rayon Sibuhuan Palas, untuk segera membayarkan pesangon pekerja catat meter (Cater) sebanyak 18 orang, yang mana PT Yotra, diputus kontrak oleh PLN pada bulan juli 2016.

Wakil ketua FSPMI Palas, Sudarno dalam orasinya mengatakan, “Selaku pemberi dan pengawas kerja, kami mengetahui pihak PLN belum melakukan wajib lapor ketenagakerjaan ke Disnaker Palas, atas pemberian sebagian pekerjaan PLN kepada PT. Yotra. Makanya, pekerja Yotra adalah pekerja PLN,” tegasnya.

KC FSPMI Palas juga meminta Disnaker Palas agar melakukan pengawasan terhadap fasilitas SMK3 di jajaran vendor-vendor PT. PLN, sesuai dengan SK Direksi PLN nomor : 500 tahun 2013.

“Karena di lapangan, masih banyak kami lihat pekerja PLN, yang bekerja tanpa dilengkapi alat perlindungan diri (APD), kami minta agar Disnaker Palas benar-benar melakukan pengawasan ketenaga kerjaan terhadap PT Ido Synergi, sebagai vendor bidang Cater PLN Rayon Sibuhuan, terkait kontrak kerja PKWTT antara perusahaan dengan pekerjanya,” Beber Sudarno.

Disnaker Palas melalui Kabid Kesempatan Kerja, kepada masa aksi KC FSPMI mengungkapan agar pihak PT. PLN Area Padang Sidempuan C/q PLN Rayon Sibuhuan Palas, segera membayarkan pesangon pekerja catat meter PT. Yotra.

Pihak Disnaker Palas juga membenarkan, bawa selama kontrak kerja antara PT. Yotra dengan PLN, pihak PLN belum melaksanakan wajib lapor ketenagakerjaannya.

“Berdasarkan Permenakertrans RI nomor 19 tahun 2012, tersebut pada pasal 7, dapat diartikan, bahwa pekerja di PT Yotra yang belum dilaporkan pihak PLN ke Disnaker, maka status pekerja tersebut adalah pekerja PLN,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, sesuai dengan anjuran dari Disnaker Provinsi Sumut, agar PT Yotra segera membayarkan pesangon 18 orang pekerjanya yang telah diputus kontrak oleh PLN, sedangkan pihak PLN belum melakukan wajib lapor ketenagakerjaan selama kurun waktu kontrak kerja dengan PT Yotra berlangsung, maka kewajiban membayar pesangon tersebut, menjadi kewajiban PLN,” ungkap Jonnedi.

Jonnedi menerangkan, apabila pihak PLN tidak segera membayar pesangon tersebut, maka Disnaker Palas akan mendorong Disnaker Provsu, untuk segera melimpahkan persoalan ini ke pengadilan hubungan industrial (PHI) di Medan.

“Kalau sudah sampai ke PHI, tentu pihak PLN tetap diminta tanggung jawabnya,” ujar Jonnedi Piliang yang saat itu didampingi Sekretaris Disnaker Palas, M. Lutfi dan Kabid Hubungan Industri (Hubind), Ahmad Alkindi Kudadiri, bersama Kapolsek Barumun, AKP. Sammailun Pulungan, saat menerima delegasi massa aksi unjuk rasa KC FSPMI Kabupaten Palas, yang berunjuk rasa ke Kantor Disnaker Palas, Jumat (7/4/17).

Pada kesepatan itu, Pihak Disnaker Palas juga mengajak Pengurus KC FSPMI Palas menjadi mitra kerja Pemkab Palas c/q Disnaker Palas, sebagai pengawas ketenagakerjaan di Kabupaten Palas.

“Nanti akan kita laporkan ke Pak Bupati Palas, agar dibuat kepengurusan bidang pengawas ketenaga kerjaan dari serikat pekerja yang intens menyoroti persoalan ketenaga kerjaan di daerah sini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kamis (6/4/17), dihadapan massa aksi KC FSPMI Palas, Manajer PLN Area Padang Sidempuan, Roni Aprianto menyatakan, pihaknya akan segera menghubungi PT. Yotra, untuk mencari solusi atas persoalan ini.

“Nanti, pada hari Senin, kita bisa berkomunikasi via telpon, untuk perkembangannya,” janji Manajer PLN Area Padang Sidempuan, Roni Aprianto terhadap massa aksi KC FPMI Palas. (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments