Kamis, Mei 13, 2021
BerandaSMPN 1 Huta Raja Tinggi Seminggu Sekali Pasang Bendera, Saat Dikonfirmasi, Kepala...
Array

SMPN 1 Huta Raja Tinggi Seminggu Sekali Pasang Bendera, Saat Dikonfirmasi, Kepala Sekolah Lari Sembunyi

Kepala Sekolah Rosmawati Hasibuan, MM.Pd Sembunyi Hingga Berjam-jam di Kamar Kantin Sekolah

Terlihat tidak terpasangnya bendera di SMPN 1 Huta Raja Tinggi, Sabtu, (1/4/2017).

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Menjabat selama 5 tahun dalam 2 priode di sekolah yang sama ternyata bukannya menjadikan mental seorang pemimpin seperti kepala sekolah Rosmawati Hasibuan, MM.Pd, semakin mapan dalam menjalankan visi-misi sekolah dalam menjalankan tupoksinnya sebagai panutan bagi seluruh tenaga pendidik maupun siswa di SMPN 1 Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, sebagai salah satu garda terdepan dalam memupuk nilai-nilai kebangsaan ditengah generasi muda.

Terjadi pemandangan dan kejadian yang tidak biasa pada Sabtu, (1/4/2017). Sekira pukul 10.15 Wib saat Fakta Pers dan LSM Penjara Indonesia mengunjungi SMP Negeri 1 Huta Raja Tinggi, meski terdapat 2 tiang bendera yakni halaman pintu masuk dan halaman sekolah, namun tak satupun tiang tersebut mengibarkan bendera seperti layaknya sekolah lain.

Rahma Hasibuan, Tata Usaha (TU) di sekolah tersebut saat ditanyai mengenai keberadaan kepsek mengatakan, kepsek saat itu sedang mengajar, dan menyarankan agar menunggu di lobi sekolah, namun hingga berselang 1 jam kepsek tidak juga menampakan diri, Suleman Purba ketua LSM Penjara Indonesia kembali menanyakan TU sebenarnya di mana keberadaan kepsek.

“Bu, sudah 1 jam kami menunggu kenapa kepsek belum juga kelihatan ya, dan lagi mengapa 2 tiang bendera yang terdapat di sekolah ini tidak satupun dipasangi bendera,” tanya Suleman.

Dengan tampang sisnis TU menjawab pertanyaan Media dan LSM, “Bapak siapa dan perlu apa, kalau mau bertemu dengan kepsek harus ada surat rekomendasi atau SPT dari Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas, lagian keberadaan kepsek saat ini saya juga tidak tahu, dan kondisi signal di sini lelet, jadi beliau sulit di hubungi, sedangkan mengenai tidak dipasangnya bendera, kalau disekolah ini pak, memasang bendera hanya pada hari senin saja,” kata TU yang belakangan diketahui adalah menantu dari sang Kepala Sekolah.

Merasa kurang puas dengan jawaban TU yang dinilai plinplan, pasalnya semula TU mengatakan kepsek sedang mengajar dan belakangan mengatakan sudah keluar, Fakta Pers mencoba menanyakan kepada salah satu siswa di sekolah tersebut, siswa mengatakan bahwa kepsek dari pagi sedang asik bermain TAB di kantin sekolah.

“Ibu Kepala sekolah dari pagi tadi asik bermain TAB di kantin sekolah pak,” kata siswa.

Saat kepsek hendak ditemui di kantin, terlihat kepsek bergegas lari dan bersenbunyi di kamar kantin sekolah tersebut, sedangkan pemilik kantin saat ditanyakan siapa yang berada di kamar, pemilik kantin mengatakan tidak mengetahui.

Rahma Hasibuan, Tata Usaha (TU) SMPN 1 Huta Raja Tinggi saat dikonfirmasi di ruanganya, yang ternyata berstatus honor yang tidak lain adalah menantu dari Kepsek.

Merasa ada yang aneh tentang kepsek yang bersembunyi di kamar kantin, wartawan dan Ketua LSM Penjara Indonesia sepakat untuk menunggu dan hingga pukul 16.00 wib, pemilik kantin hendak menutup dagangannya dengan alasan hendak belanja ke pasar, alhasil Kepsek masih berada di kamar dalam keadaan terkunci.

Pak Regar yang juga masyarakat desa mengatakan bahwa pihaknya sudah 4 kali datang menemui pihak kepsek namun tidak berhasil, bahkan pihaknya juga sudah sering melihat bahwa sekolah tidak pernah memasangkan bendera merah putih.

Ketua LSM Penjara Indonesia, Suleman Purba mengatakan, “Minim kepengawasan sekolah dan kepsek, Tupoksi Dinas Pendidikan Daerah Kab. Padang Lawas dipertanyakan, seperti yang terjadi  SMP Negeri 1 Hutaraja Tinggi ini, meski ada dua tiang bendera namun tidak satupun yang terpasang, miris sekali mendengar pengakuan dari TU dan wakil kepsek tadi, bahwa mereka memasang bendera hanya hari senin saja, lantas untuk apa tupoksi kepsek mulai tiba di sekolah hanya asik bermain TAB di kantin sekolah. Sedangkan saat hendak ditemui dikantin kepsek malah senbunyi di kamar kantin. Demikian juga dengan pengisian absensi guru, jelas para guru sekaligus memaraf atau menandatangani absensi, sehingga tidak kelihatan apakah guru sedang mengajar atau sudah pulang, karna mereka mengisinya sekaligus,” bebernya.

Tambah Suleman, “Mendagri Tjahjo Kumulo pernah mengatakan, kementrian telah meminta Pemda untuk serius tentang disipilin PNS, apalagi kondisi SMPN 1 Huta Raja Tinggi hanya sekali seminggu mengibarkan bendera, Saya meminta Bupati Palas mengevaluasi Kepsek SMPN 1 Huta Raja Tinggi, Romawati Hasibuan MMPd mengingat lembaga pendidikan menjadi salah satu garda terdepan dalam memupuk nilai-nilai kebangsaan ditengah generasi muda.” tegasnya. (R9)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments