Kamis, Juni 17, 2021
BerandaTragis, Saat Berlabuh Pukat, ABK Jatuh dan Meninggal Dunia
Array

Tragis, Saat Berlabuh Pukat, ABK Jatuh dan Meninggal Dunia

FAKTA PERS-LHOKSEUMAWE.

Insiden memilukan dialami seorang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Inkam Mina saat berlabuh pukat yang berjarak 15 Mil dari Kuala Blang Lancang, Kota Lhokseumawe. Korban terjatuh dari kapal dan meninggal dunia.

Kejadian yang menyedihkan ini terjadi pada Jum,at (7/4) sekitar pukul 17.30 Wib. Saat Kapal Motor tersebut mulai meninggalkan bibir Kuala Blang Lancang.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Polair IPDA Syaipul Bahri membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, informasi jatuhnya seorang nelayan ini diperoleh dari Helmi seorang Toke Bangku.

“Ada nelayan yang jatuh dari boat, dan tenggelam saat berlabuh pukat,” ujar Syaipul Bahri mengutip keterangan saksi mata.

Adapun identitas korban adalah Muhammad Ali (32), warga Desa Kampung, Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti  yang merupakan seorang ABK KM Inkam Mina.

“Sebelumnya KM Inkam Mina 552 552 30 GT berangkat melaut sekira pukul 15.00 Wib, hari Jum at (7/4/2017). Pada posisi 15 MIL di atas Kuala Blang Lancang, sewaktu melabuh pukat tiba-tiba korba terjatuh ke laut, lalu Pawang Muhammad Hamzah meneriakkan dengan kata pegang pelampung dan seketika itu korban tenggelam.” ungkap Kasat Polair.

Lanjutnya, “lalu pawang serta ABK menarik kembali pukat, ketika pukat ditarik terlihat korban tersangkut, kemudian pawang serta ABK melompat ke laut memberikan pertolongan.

“Meski telah diberikan pertolongan di dalam kapal oleh pawang dengan pompa jantung (RJP) terhadap korban, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan,” jelas Syaiful.

Dilanjutkan, “Jenazah korban akhirnya tiba di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Pusong sekitar pukul 18.00 Wib. Untuk selanjutnya dibawa ke RS Cut Mutia, Buket Rata, Lhokseumawe guna dilakukan autopsi. Saat ini Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di rumahnya di Desa Kampung Jawa Lama Lorng Pilok, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe untuk dikebumikan,” tutup  Ipda Syaipul Bahri.

(Mukhlis)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments