oleh

Aksi Demontrasi di Kantor Bupati Aceh Utara Berakhir Ricuh, Puluhan Mahasiswa Diamankan

-Daerah-263 views

FAKTA PERS – LHOKSEUMAWE.

Aksi damai yang dilakukan oleh puluhan Mahasiswa dari Forum Bersama Mahasiswa (Forbesma) Aceh Utara dan Lhokseumawe, Rabu (24/5) di depan Kantor Bupati Aceh Utara berakhir ricuh. Puluhan mahasiswa diamankan aparat Kepolisian karena diduga telah melakukan pengerusakan.

Aksi damai tersebut awalnya berlangsung alot dan tertib, karena para perwakilan mahasiswa diterima langsung oleh Asisten III Iskandar Nasri dan beberapa pejabat Pemda menemui para pendemo di depan lobi. Namun mahasiswa mendesak ingin menjumpai Bupati Aceh Utara yang saat itu tidak berada di tempat.

Kericuhan pun tak bisa dihindarkan setelah mahasiswa merengsek ingin masuk ke ruang utama kantor Bupati. Namun aparat yang telah siaga di depan pintu menghalangi mereka. Tak putus asa mahasiswa yang sudah tersulut emosi mencari pintu masuk dari samping.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, saat diwawancarai wartawan membenarkan jika ada beberapa mahasiswa mencoba maduk paksa, dan terjadi pengrusakan, “Aksi sudah anarkis, dan terpaksa beberapa diantaranya kita amankan untuk penyelidikan,” Jelas Kapolres yang tiba usai beberapa saat terjadi kericuhan.

Terkait perbuatan anarkis tersebut, akan dikenakan pasal 170 untuk mereka, “Kita sudah amankan 8 orang mahasiswa yang diduga melakukan perbuatan anarkis itu. Saat ini kita sedang melakukan proses penyelidikan lebih lanjut, dan meminta sejumlah keterangan dari para saksi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Bersama Mahasiswa (Forbesma) mengadakan aksi damai di depan Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (24/5). Dalam aksi tersebut mereka mendesak Pemkab setempat serius dalam mengalokasikan dan pencairan  anggaran dana gampong (ADG) tahun 2017.

Koordintor lapangan, Reza Rizki mengatakan, aksi tersebut merupakan momen untuk saling bahu membahu memikirkan priblemtika di negeri ini. Khususnya permasalahan yang sedang carut marut di Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang tidak bisa diselesaikan secara individual namun akan terasa mudah diselesaikan secara bersama-sama.

“Kami meminta Pemkab Aceh Utara dan Pemkot Lhokseumawe selaku tuan tanah untuk mempertegas perannya dalam pengelolaan ekonomi khusus,” katanya saat melakukan orasi. (Mukhlis)

Komentar

News Feed