Jumat, Mei 14, 2021
BerandaBerlaku e-Tilang, Pengendara Diminta Memilih Blangko Tilang
Array

Berlaku e-Tilang, Pengendara Diminta Memilih Blangko Tilang

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Setelah diberlakukannya tilang elektronik atau e-Tilang oleh Satuan Lalulintas Polres Tidore pada bulan April lalu, kini pengendara yang kedapatan melanggar aturan berlalu lintas maka akan diberikan pilihan warna untuk memilih blangko tilang. Sebagaimana disampaikan Kasat Lantas Polres Tidore, IPTU Abdul Hafid saat ditemui di aula kantor Walikota, Kamis (4/5) siang.

Dikatakannya, saat ini Satlantas Polres Tidore telah menerapkan prosedur tilang online atau e-Tilang. Sehingga, dalam penerapannya para pelanggar yang terkena tilang diberikan pilihan memilih warna blangko tilang, yakni merah dan biru.

“Bulan April kemarin aplikasi e-Tilang sudah diberlakukan. Jadi, disaat kita tilang dan mendapati pelanggar yang melanggar aturan berlalulintas, saat itu juga kami berikan dua pilihan berupa blangko tilang berwarna merah atau biru kepada pelanggar,” katanya.

Kasat menjelaskan, untuk blangko berwarna merah para pelanggar harus menunggu sidang di pengadilan. Setelah mengikuti sidang di pengadilan pelanggar kemudian bisa mengambil barang bukti yang ditahan oleh Satlantas Polres Tidore.

“Namun, bila yang bersangkutan saat ditilang dan mengambil blangko biru, maka pada saat itu juga  dia (pelanggar) melakukan pembayaran denda sesuai  aturan yang berlaku dengan nominal yang tertera pada aplikasi e-Tilang dan pembayarannya dilakukan di bank BRI,” jelas Kasat Lantas.

Sementara, besaran harga denda menurut Kasat Lantas disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan pengendara.

“Kemarin pas kita MoU dengan Kehakiman, Kejaksaan, dan BRI, disitu ada kesepakatan agar maksimal pembayaran bagi pengendara yang tidak memiliki SIM maka didenda sebesar Rp 500 ribu. Kalau mengikuti pasal yang ada maka maksimalnya Rp 1 juta,” ungkap Abdul Hafid.

“Jadi pas muncul di aplikasi Rp 500 ribu, kita kemudian kasi nomor privat ke pelanggar tersebut. Lalu si pelanggar ini membawa ke BRI guna melakukan pembayaran. Setelah dibayar dan mendapatkan resi pembayaan, pelanggar kemudian membawa resi tersebut dan memperlihatkan kepada kita guna mengambil barang bukti yang ditahan,” jelasnya melanjutkan.

Namun demikian, Kasat menambahkan pada saat mengambil barang bukti agar dilengkapi kelengkapan pada saat ditahan tersebut, sebab bila tidak dilengkapi maka akan ditilang kembali.

Sementara itu, jumlah kasus tilang (pelanggar) yang ditangani Satlantas Polres Tidore dan telah dinaikan ke Pengadilan Tinggi Sosasio, Tidore, guna disidangkan mencapai 163 pelanggar.

Untuk itu, Abdul Hafid berharap kepada masyarakat agar saat berkendaraan, baik itu roda dua maupun roda empat di Jalan Raya agar selalu menaati aturan berlalu lintas.

“Saya meminta kesadaraan masyarakat, agar selalu menaati aturan berlalu lintas saat berkendaraan. Karena sesungguhnya tilang yang dilakukan oleh polisi lalulintas bertujuan menyelamatkan umat, yakni untuk kesadaraan masyarakat,” imbaunya.

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments