oleh

Buntut Intimidasi Terhadap Wartawan, Sekelompok Jurnalis Muara Enim Menggelar Aksi Solidaritas

-Daerah-220 views

FAKTA PERS – MUARA ENIM.

Sejumlah Puluhan Para Wartawan yang bertugas Kabupaten Muara Enim baik dari Media Cetak, Elektronik, Online bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumsatera Selatan, serta Ketua PWI Kabupaten Muara Enim menggelar aksi Solidaritas di halaman depan Hotel Griya Sintesa Muara Enim,  Jumat (12/5/2017).

Aksi ini mengecam atas tindakan intimidasi dari oknum aparat Polri yang dilakukan terhadap jurnalis Tribun Sumsel Sri Hidayatun, saat melaksanakan tugas kejurnalistikannya.

Diketahui sebelumnya, bahwa pada Rabu 10/5/2017 seorang Wartawati dari Koran Tribun Sumsel, HP diminta paksa oleh oknum polisi karena telah mengambil gambar dan video penggrebekan gembong judi oleh aparat Kepolisian.

Kemudian oknum polisi tersebut melakukan penghapusan semua gambar dan foto yang tersimpan di HP korban terkait kegiatan peliputan tersebut.

Dalam aksi Solidaritas tersebut dihadiri sekitar 50 jurnalistik baik cetak, elektronik dan online juga Ketua PWI Sumsel, H. Oktap Riady, SH dan Ketua PWI Muara Enim, Andi Candra S.E yang melakukan orasi yang pada intinya mengecam tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum polisi, serta meminta untuk diproses sesuai hukum yang berlaku yakni UU Pers No 40 tahun 1999.

Menurut Ketua PWI Sumsel Oktap Riady, jika mendengar kronologis dan kesaksian dari korban Sri, dimana oknum Polisi yang menghapus foto dan video hasil karya jurnalistik tersebut, maka diduga oknum polisi tersebut telah melanggar pasal 4 ayat (2) UU Pers No 40 tahun 1999. Dalam pasal dan ayat tersebu dijelaskan bahwa terhadap Pers Nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelanggaran penyiaran.

Apalagi mengingat beberapa waktu yang lalu pada kegiatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, Indonesia di percaya oleh UNESCO sebagai tuan rumah.

“Apapun bentuknya  tindak kekerasan terhadap wartawan itu tidak dibenarkan dan ini merupakan kejahatan harus segera di selesaikan secara hukum,” tegas Oktap.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua PWI Muara Enim Andi Candra, ” sangatlah disayangkan masih saja terjadi  kejadian kekerasan terhadap wartawan yang sedang melakukan peliputan dan apapun alasannya tidak dibenarkan adanya tindakan kekerasan terhadap wartawan.”

“Untuk itu, kami mendukung aksi solidaritas ini, dan bila perlu untuk dikawal sehingga permasalahan ini benar-benar tuntas dan tidak lagi terjadi dengan wartawan lain dimanapun berada ketika bertugas melakukan kegiatan kejurnalistikan,” ujarnya

Sementara itu Ketua Dewan Pers Indonesia Yosep Adi Prasetyo, menegaskan bahwa jika benar oknum aparat tersebut mengambil HP dan menghapus foto dan video itu merupakan tindakan menghalangi tugas Jurnalis dan untuk itu segera dilaporkan ke Kepolisian dan tembusannya ke Dewan Pers agar dikawal dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, atas pelanggaran ini.

“Bisa dikenakan pasal 18 ayat (1) yang berbunyi (1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja dan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp. 500 juta.”\

“Tindakan ini tidak bisa dibiarkan, karena melawan hukum dan mengancam kebebasan Pers. Harus ada diproses hukum terhadap pelaku, supaya ada efek jera,” tegas Yosep. (Sukri)

Komentar

News Feed