oleh

Bupati Nias Utara Sebagai Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke 109

-Daerah-301 views

FAKTA PERS – KEPULAUAN NIAS.

Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-109 melalui Kesbangpol Kabupaten Nias Utara yang dilaksanakan dihalaman Kantor Bupati Nias Utara, Senin 22 Mei 2017.

Bupati Nias Utara M. Ingati Nazara bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Upacara dari Danramil 06 Tuhemberua Kapten Inf. Yustinus Waruwu dan dilaksanakan Pengibaran Bendera Merah Putih serta Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Pengucapan Sapta Marga, Tri Brata, dan Panca Prasetya Korpri.

Upacara Hari Kebangkitan Nasional juga dihadiri, Asisten Sekda, Kepala OPD/SKPD, Camat Lotu,  TNI, Polri, Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Nias Utara, Non Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Nias Utara, serta utusan sekolah SMK Negeri 1 Lotu dan SMP Negeri 1 Lotu.

Selanjutnya, Bupati Nias Utara M. Ingati Nazara membacakan Pidato Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional ke-109 tahun 2017 yang kita peringati hari ini ditandai dengan berdirinya Organisasi Boedi Oetomo.

Semangat Boedi Oetomo sampai saat ini tetap sangat ampuh menyatukan dan menyemangati gerak kita sebagai bangsa, sesuai dengan penekanan Presiden Joko Widodo bahwa pada awal tahun ini telah mencanangkan khusus aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan dengan mengarah pada program Nawacita yang disusun pada Pemerintahan Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dengan pemerataan pembangunan antar wilayah hendak mewujudkan pembangunan Indonesia pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan Desa dalam kerangka Negara kesatuan, untuk itu Presiden meminta aparat penyelenggara Negara bekerja keras menurunkan indeks kesenjangan yang terjadi sekarang ini melalui berbagai langkah multidimensi.

Tema Kebangkitan Nasional tahun 2017 yaitu “Pemerataan Pembagunan Indonesia yang Berkeadilan Sebagai Wujud Kebangkitan Nasional”. Tema ini bukan hanya pesan yang tertanam didalam hati namun segera diwujudkan melalui strategi, kebijakan, dan implementasi dalam pelayanan kita sebagi masyarakat dan bangsa.

Dalam kesempatan ini juga menghimbau Pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan disegala sektor seperti sektor kelistrikkan yang telah dilakukan di 2.500 (dua ribu lima ratus) Desa yang selama ini belum mendapat aliran listrik dan Pemerintah juga memandang pembangunan infrastruktur diperlukan untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Seperti jalan Trans-Papua yang sudah hampir selesai dibangun dari 4.300 kilometer Trans-Papua telah dibuka 3.800 kilometer, dalam bidang Agraria telah diluncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) yang bertumpu pada 3 pilar yaitu lahan, kesempatan, SDM, dan di sektor Kominfo melaui program palapa ring yang berupa proyek pembangunan jaringan tulang punggung serat Optik Nasional untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia.

Sehingga keberadaan internet berkecepatan tinggi dapat dinikmati secara luas dan digitalisasi telah nyata disetiap sektor yang terkait dengan dipangkasnya proses waktu perizinan karena teknologi digital misalnya perizinan disektor listrik dari 923 hari menjadi 256 hari, perizinan pertanian dari 751 hari menjadi 172 hari, perizinan perindustrian dari 672 hari menjadi 152 hari, perizinan kawasan pariwisata dari 661 hari menjadi 188 hari, perizinan ketahanan dari 123 hari menjadi 90 hari, perizinan kehutanan dari 111 hari  menjadi 47 hari, perizinan perhubungan dari 30 hari menjadi 5 hari, perizinan bidang telekomunikasi dari 60 hari menjadi 14 hari. (Edward Lahagu)

Komentar

News Feed