oleh

Kades Asrikaton Tidak Perhatikan Karang Taruna

-Daerah-413 views
Kepala Desa Asrikaton Supaadi

FAKTA PERS – MALANG.

Amanat Undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa sebagaimana termaksud dalam Lembaran Negara RI No. 5495 dalam Bab XII Pasal 94 ayat 2,3 dan Peraturan Pemerintah RI No. 43 tahun 2014 pasal 150 ayat 1 disebutkan bahwa Lembaga Kemasyarakatan Desa salah satunya adalah karang taruna yang bertugas membantu Pemerintah Desa dan menjadi mitra dalam memberdayakan Masyarakat Desa.

Dalam hal ini, sudah dipastikan semua perangkat sebagai pemangku di wilayah kecamatan dan desa diharuskan untuk memerhatikan semua bentuk kegiatannya. Ironisnya, beda dengan salah satu kepala desa di wilayah Kabupaten Malang Jawa Timur, yang dinilai menelantarkan karangtarunanya.

Salah seorang anggota karang taruna Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, mengungkapkan, bahwa karangtaruna yang diikuti tersebut membutuhkan anggaran untuk kegiatan pemuda. “Awalnya Kami minta anggaran untuk mengisi kegiatan selama bulan puasa seperti futsal atau sepak bola, dengan mengajukan anggaran 5 juta rupiah,” kata dia, yang enggan disebut namanya, Selasa (30/05/2017).

Menurut dia, kegiatan yang diadakan karangtaruna selama ini anggarannya mandiri berasal dari anggota. Disesalkan olehnya, saat mengajukan anggaran kegiatan tersebut ternyata ditolak oleh kepala desa.

“Terus terang Kami menyesal, mengapa kepala desa Asrikaton tidak memerhatikan pemuda yang tergabung di karang taruna seperti Kami. Yang jelas, Kami juga menyesal memilih kepala desa itu,” tandas dia.

Fakta yang terbalik, secara terpisah, Kepala Desa Asrikaton Supaadi, mengakui bahwa karang taruna di desanya dianggap fakum tidak ada kegiatan sama sekali. “Sudah tiga tahun ini karangtaruna Desa Asrikaton tidak ada kegiatan,” ujar dia.

Sementara, Supaadi juga mengakui tidak memberikan anggaran kegiatan kepemudaan untuk karangtaruna. “Anggaran untuk kepemudaan karang taruna, Saya simpan di bagian bendahara,” pungkas dia.

Seperti yang telah diketahui, sebenarnya dengan lahirnya UU Desa No. 6 Tahun 2014 juga adalah mempertegas kembali peran dan fungsi Karang Taruna di Desa. Karena basis masa karang taruna adalah di desa yang tidak terpisahkan dengan kegiatan dan program pemba­ngunan pemerintah desa.

Dengan demikian, mengingat pentingnya peran serta fungsi karang taruna di desa panyirapan khususnya, serta keterkaitan karang taruna yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan desa, maka pemerintah setempat agar lebih memperhatikan lagi Karang Taruna dan mengakui keberadaannya terutama dalam pengalokasian Dana Desa untuk kegiatan Karang Taruna. (Putut)

Komentar

News Feed