Kamis, Juli 29, 2021
BerandaOknum Kepsek SDN 078474 Mbombolakha Diduga Gelapkan Dana PIP Siswa
Array

Oknum Kepsek SDN 078474 Mbombolakha Diduga Gelapkan Dana PIP Siswa

FAKTA PERS – NIAS.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 078474 Mbombolakha, Desa Siofabanua, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatra Utara Anotona Waruwu, S.Pd., diduga kuat menggelapkan dana PIP (Program Indonesia Pintar) siswanya. Pasalnya, sesuai laporan orang tua siswa, komite, dan guru, Kepsek Anotona Waruwu menggelapkan dana PIP siswa dengan cara tidak memberitahukan kembali saat menerima dana PIP siswa hingga berbulan-bulan.

Saat dikonfirmasi langsung ke sekolah oleh Fakta Pers pada Rabu (24/05) pukul 08.55 WIB, Kepsek Anotona Waruwu tidak ada di lingkungan sekolah tanpa pemberitahuan kepada sekolah atau jajarannya.

Menurut Bendahara SDN 078474 Mbombolakha menjelaskan, sebelumnya pencairan Dana PIP ini telah diberikan kuasa kepada kepala sekolah untuk mengambil di BRI Idanogawo, Kabupaten Nias.

“Saya sebagai bendahara sekolah sedikitpun tidak ada pemberitahuan dari kepala sekolah, karena beliau telah mengambil dana PIP tersebut. Sudah berbulan telah dicairkan, belum dibagikan kepada siswa oleh Kepsek,” katanya.

“Saat saya mendengar informasi bahwa dana PIP telah dicairkan di setiap sekolah, saya langsung tanya ke Bank BRI Idanogawa untuk mengecek. Hal itu dibenarkan oleh karyawan BRI bahwa dana PIP tersebut telah diambil oleh kepala sekolah atas nama Anotona Waruwu pada tanggal 11 April 2017 lalu,” katanya.

Dia menjelaskan, “penerima dana PIP itu sebanyak 18 orang untuk tahap 2016 kali Rp. 450.000,- (empat ratus lima puluh ribu rupiah) per siswa yang pencairannya diambil pada bulan April 2017 lalu. Sebelumnya, saya berapa kali menanyakan kepada kepsek tentang Dana PIP ini, namun kepsek tidak memberitahukan. Dia berkata belum dicairkan. Saat saya memberitahukan bahwa saya sudah cek di BRI, baru dia mengaku telah diambilnya. Namun sampai saat ini belum dibagikanya hingga berapa kali dijanjikan pembagian di sekolah. Bahkan katanya disekaliguskan pembagian nanti pada pencairan tahap selanjutnya”.

Salah satu orang tua siswa penerima PIP mengaku merasa kecewa dan kesal dengan Kepsek Anotona Waruwu yang telah menggelapkan dana PIP tersebut. Sebenarnya dia sangat membutuhkan uang tersebut untuk membeli seragam sekolah, buku sekolah dan kebutuhan belajar.

“Saya sebagai orang tua siswa merasa kecewa dengan penggelapan Dana PIP oleh Oknum Kepsek SDN 078474 Mbombolakha. Bahkan tidak ada pemberitahuan sedikitpun kepada kami telah mengambil Dana PIP tersebut. Sehingga kami merasa ditipu, dibohongin dan dirugikan oleh Kepsek Anotona Waruwu. Bukan hanya itu lagi pak, Kepsek Anotona itu sering tidak masuk sekolah,” ujar J. Lase.

Berdasarkan informasi dan temuan saat melakukan monitoring di sekolah oleh Fakta Pers, LSM Fobsit, LSM F-Pon dan media SRB, Kepsek SDN 078474 Mbombolakha Anotona Waruwu melakukan beberapa hal penyelewengan sebagai Kepala Sekolah. Dia juga diduga kuat menggelapkan Dana PIP Tahun 2016 sebesar Rp. 8.100.000 (delapan juta seratus ribu rupiah) dengan jumlah penerima 18 orang, dan Rp 450.000 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) per siswa.

Dengan demikian, hal tersebut melanggar kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sesuai dengan Undang-Undang peraturan pemerintah No. 5 Tahun 2014 dan Undang-Undang pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang kedispilinan pegawai  negeri sipil.

Tak hanya itu, kepsek juga melakukan pungutan liar kepada siswa kelas VI sebesar Rp. 131.000 (seratus tiga puluh satu ribu rupiah) per siswa dengan alasan foto copy buku pelajaran.

(Deserman Lase)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments