oleh

Pembangunan Dana Desa Lubuk Torop Paluta Hingga Pertengahan Mei Masih Terbengkalai

-Daerah-247 views
Pembanguanan MCK yang terbengkalai.

FAKTA PERS – PADANG LAWAS UTARA.

Pelaksanaan pembangunan MCK dalam program bantuan Dana Desa tahun anggaran 2016 di Desa Lubuk Torop, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatra Utara, hingga pertengahan bulan Mei 2017 masih terbengkalai.

Berdasarkan pantauan Fakta Pers, Kepala Desa tidak transparan terhadap warga maupun perangkat desa mengenai pengalokasian dan pelaksanaan dana desa, sehingga masyarakat desa tidak mengetahui apa penyebab bangunan MCK terbengkalai.

“Bangunan MCK itu bersumber dari anggaran dana desa tahun 2016 lalu pak, jujur saya tidak tahu apa penyebabnya, mengapa bangunan MCK belum selesai, yang kami tahu pembangunan MCK borongan kepada warga Sibuhuan  sebagai tukangnya, sedangkan warga disini hanya sebagai pekerja harian saja. Kepala Desa sejak tahun 2014 lalu hingga sekarang tidak transparan mengenai pengalokasian dana desa, kalau perlu temui saja Sekdes dan Kaur di desa ini pak, mungkin mereka mengetahui,” ungkap warga yang tidak ingin disebutkan namanya di media.

Sekdes Amiruddin Siregar didampingi TPKdes Maradewan Siregar yang juga menjabat sebagai Kaur pembangunan Desa Lubuk Torop saat ditanya Fakta Pers juga tidak mengetahui mengapa bangunan tersebut masih terbengkalai. Mereka hanya mengetahui bahwa anggaran dana desa tahun 2016 membangun 4 item infrastruktur, yakni 2 item pembukaan jalan dan 2 item pembangunan MCK. Sementara mengenai cost anggaran per item baik Kaur dan Sekdes juga tidak mengetahui.

Sekdes dan TPKdes saat diwawancarai.

“Kalau mengenai masalah bangunan MCK terbengkalai kami kurang tahu pak. Silahkan tanyakan langsung ke Kepdes, yah memang benar Pak, sebulan belakangan ini beliau jarang di rumahnya selalu sibuk ke kabupaten,” ungkapnya.

Sekdes mengakui, mekanisme pelaksanaan dana desa Lubuk Torop adalah swakelola namun pihaknya selaku koordinator tidak diberdayakan sepenuhnya, bahkan perangkat desa yang lain juga tidak difungsikan.

Demikian juga dengan pengakuan TPKDes, Maradewan Siregar yang juga Kaur pembanguan Desa Lubuk Torop mengaku tidak pernah melakukan penawaran barang/jasa untuk pengadaan alat berat untuk kegiatan pembukaan jalan.

Keterangan Kepdes Lubuk Torop tidak sinkron dengan Sekdes, TPKdes, Tokoh masyarakat dan warga. Tentu hal ini mengundang tanya. Pasalnya Kepdes Lubuk Torop, Baginda Siregar saat dikonfirmasi melalui selulernya menjelaskan secara rinci persoalan tersebut.

“Untuk pembangunan MCK 3 unit, 1 unit di Nagarundeng dan 1 dibangunkan di Goring (anak Desa Lubuk Torop) dan 1 lagi di Desa Lubuk Torop. Namun pengerjaanya masih terbengkalai, sedangkan menurut Kades, Sekdes tidak memiliki tanggung jawab kegiatan, dan saya memohon bagai mana caranya agar Sekdes diberi arahan mengenai tupoksinya”, ungkapnya melalui selular, Kamis (18/5/2017).

Kades mengakui Inspektorat dan pihak Kecamatan Padang Bolak sudah datang memeriksa ke desa dan meminta Kades untuk datang ke Kantor Inspektorat hari Jum’at (19/5/17) membuat pernyataan agar kegiatan dapat selesai 21 hari.

Anggaran Dana Desa tahun anggaran 2016 masih sebatas pondasi saja, selain itu banyak ditemukan kejanggalan dalam proses pengerjaannya. Kuat dugaan Kepdes tidak transparan dalam pengelolaan dana desa, demikian juga dengan ketidakpahaman aparatur desa dalam tupoksinya masing-masing, sehingga baik masyarakat maupun aparatur desa tidak mengetahui persoalan apa penyebab  bangunan MCK hingga pertengahan bulan Mei Masih terbengkalai.

(R9)

Komentar

News Feed