Jumat, Februari 26, 2021
Beranda Pemkot Tidore Dinilai Cuek Soal Program Kampus STMIK-TM
Array

Pemkot Tidore Dinilai Cuek Soal Program Kampus STMIK-TM

M. Dobagus , SE, M.Si Ketua I bidang Akademik kampus STMIK-TM.

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Salah satu program yang digagas Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Tidore Mandiri (Kampus STMIK-TM) yakni pembebasan biaya kuliah atau gratis biaya kuliah bagi calon mahasiswa yatim piatu, yang telah dijalankan selama tiga tahun terakhir dianggap oleh pihak kampus tidak memiliki respon baik dari Pemerintah.

Pasalnya, hingga kini program yang telah mampu meluluskan sekitar 20 mahasiswa yatim piatu tersebut, belum juga diperhatikan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan Ketua I bidang Akademik kampus STMIK-TM, M. Dobagus kepada Fakta Pers di kampus STMIK belum lama ini.

“Sampai 3 tahun berjalan ini, program yang kami gagas terkait dengan pembebasan biaya kuliah bagi anak yatim piatu, saya melihat pemerintah tidak merespon. Padahal saya sudah suarakan cukup lama,” kata M. Dobagus.

Dijelaskannya, kemajuan pendidikan harusnya menjadi tanggung jawab bersama antara semua stakeholder, baik itu pemerintah maupun masyarakat sehingga mampu menciptakan pembangunan SDM yang baik. “Namun saya melihat pemerintah sepertinya belum paham,” tuturnya.

Menurut M. Dobagus yang juga menjabat Ketua Forum Perguruan Tinggi Maluku Utara itu menilai, harusnya pemerintah bersikap profesional dengan tidak menjadikan kampus sebagai lawan politik.

“Saya melihat bahwa tidak ada sinkronisasi antara pengelola perguruan tinggi di Kota Tidore dengan pemerintah yang berjalan saat ini. Jangan melihat perguruan tinggi sebagai lawan politik, karena perguruan tinggi tidak menjalankan program politik tetapi hanya menghasilkan para sarjana. Kalu soal politik itu kaitannya dengan oknum, jadi jangan melihat lembaganya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, “soal kemajuan pendidikan terkait dengan sumber daya manusia (SDM) itu harusnya menjadi tanggung jawab bersama. Maka dari itu saya melihat perkembangan pendidikan dasar sampai perguruan tinggi di Kota Tidore belum ada respon yang dominan dari Pemerintah,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada pihak pemerintah daerah, agar bersama-sama bergandengan tangan untuk memajukan pendidikan di daerah ini. Selain itu, dirinya juga meminta kiranya program yang telah digagas berupa gratis biaya kuliah bagi anak yatim piatu dapat diperhatikan oleh pemerintah daerah. (ss)

Most Popular

Recent Comments