Selasa, Mei 11, 2021
BerandaPerempuan Mengaku Istri Mantan Pejabat Pemkab Madina Dipolisikan, Pelapor: Diminta Bertanggung Jawab
Array

Perempuan Mengaku Istri Mantan Pejabat Pemkab Madina Dipolisikan, Pelapor: Diminta Bertanggung Jawab

FAKTA PERS-JAKARTA.

Basrah P Gabe Siregar (50), warga Jalan Teuku Umar, Gang Utama, Kota Padang Sidimpuan, Provinsi Sumatera Utara pada Senin (10 April 2017) sekira pukul 14.00 WIB melaporkan seorang wanita yang mengaku istri mantan Kabag Tapem Kabupaten Mandailing Natal, HPB ke Polresta Padang Sidimpuan.

“Saya tidak terima dan merasa keberatan dengan penghinaan dari (Mrs X) yang mengaku istri saudara HPB (mantan Kabag Tapem) Pemkab Mandailing Natal melalui pesan selular dan percakapan telepon dari nomor handphone 081224158*** pada Senin (20 Maret 2017) sekira pukul 12.30 WIB,” kata Basrah P Gabe Siregar kepada Fakta Pers melalui telepon selular (ponsel) Jakarta, Senin 22/5.

Dimana seluruh keluarga saya tidak bisa menerima penghinaan yang disampaikan oleh seseorang yang mengaku istri dari HPB dan secara resmi saya sudah membuat laporan ke Polresta Padangsidimpuan dengan laporan Polisi Nomor: LP/162/IV/2017/SU/PSP tanggal 10 April 2017,” jelasnya.

Ia menambahkan, “penghinaan tersebut juga membuat saya bersama seluruh keluarga merasa terpukul dan tidak memiliki harga diri lagi serta sudah merasa direndahkan.”

“Adapun isi penghinaan yang dikirimkan tersebut yakni, “Kau jaga istri kau itu agar jangan mengganggu laki orang. Atau kau jual istri kau sama Si Hendra, makanya kau diam istri kau mengancam Hedra agar masih mau samanya,” kata Basrah sesuai dengan isi SMS yang dikirim mengaku dari istri HPB.

Basrah menuturkan, masih banyak lagi isi SMS penghinaan dan tuduhan yang disampiakan, namun tidak layak diungkapkan karena kata-katanya sangat tidak senonoh. Lantas dari itu saya merasa terhina sebagai seorang suami.”

“Maka dari itu khususnya saya sendiri dan seluruh keluarga tidak dapat menerima penghinaan tersebut dan melalui laporan ke pihak kepolisian, sangat diharapkan agar yang mengaku istri HPB dapat dihadirkan ke penyidikan dan bertanggung jawab akan perbuatannya,” tegas Basrah.

Perlu diketahui, sebelum Basrah membuat laporan ke Polresta Padang Sidimpuan, ia sempat bertemu dengan HBP dan mengajak ke rumahnya. Waktu yang sama HBP meminta maaf seraya menangis dan mengaku sedang dilema atas jabatannya. HBP juga sempat membenarkan orang yang mereka duga sebagai pemilik nomor handphone 081224158*** adalah istrinya.

Dalam kesempatan yang sama, Ida Switri Mungo Liana,” istri dari Basrah mengatakan pada Selasa, 18 April 2017 sekira pukul 14.00 WIB bahwa ia juga sudah diperiksa di Polresta Padangsidimpuan sebagai saksi dalam perkara penghinaan yang sudah dilaporkan oleh Basrah.

“Dimana pada Kamis 6 April 2017 sekira pukul 13.53 WIB, HPB menelepon suami saya dengan menanyakan isi SMS yang saya kirimkan kepadanya. Kemudian langsung disahuti oleh perempuan yang suaranya mirip dengan pemilik nomor handphone 081224158***,”katanya.

Ida mengungkapkan, saat bersamaan itu juga perempuan tersebut tetap mengakui sebagai istri dari HPB dan tetap mengucapkan kalimat makian persis dengan isi SMS yang dikirimkan ke handphone milik suaminya. “Akibat dari hal tersebut suami saya (Basrah) merasa stres dan merasa kehormatan serta nama baiknya menjadi rusak dan kehidupan rumah tangga kami menjadi merasa terusik. Apalagi pemilik nomor handphone 081224158*** juga mengirim SMS anak dan keponakan saya,” lanjut Ida.

“Sekali lagi kami mengharapakan agar perempuan yang mengaku istri HPB dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum,” tegasnya.

Usai didapatkan keterangan dari pihak yang bersangkutan baik pelapor dan saksi, wartawan Fakta Pers belum juga berhasil menguhubungi pihak Polresta Padang Sidimpuan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (AML)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments