oleh

PKB Versi Paulus Terus Lakukan Manuver Dualisme Kepemimpinan

-Daerah-315 views

FAKTA PERS – SUMBA TIMUR.

Ketua Dewan Tanfiz Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumba Timur, Paulus Kabubu Tarap terus melakukan manuver politiknya atas dualisme kepemimpinan yang terjadi di kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumba Timur.

Hal itu dikatakan Paulus Kabubu Tarap ketika ditemui Selasa (23/5/2017) menjelaskan, bahwa musyawarah cabang luar biasa (MUSCABLUB) yang dilaksanakan DPC PKB Sumba Timur versi Abdul Samad dan Mohammad Zen Bunga dinyatakan cacat hukum dan tidak di akui karna bertentangan dengan ketentuan yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

“Jadi surat yang dikeluarkan pengurus DPC PKB Sumba Timur periode 2012-2017 itu hasil musyawarah ke II tanggal 17 Juli 2012 ini kan masih solid dan kepengurusannya berakhir pada tanggal 30 September 2017, kenapa belum waktunya sudah buat Muscablub sendiri-sendiri tanpa pemberitahuan kami,” ungkap Paulus.

Menurut Paulus, jika berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga telah terjadi pelanggaran yag bertentangan dengan pasal 10, pasal 11 ayat 1, pasal 12, pasal 13, pasal 16, pasal 38 dan pasal 62 ayat 2, maka atas dasar keempat pasal itu kami DPC PKB periode 2012-2017 menyatakan sikap tegas menolak hasil musyawarah cabang I DPC PKB Sumba Timur versi Abdul Samad karna cacat hukum.

Saya tegaskan bahwa PKB partai yang identik berbasis Islam, mari kita mempersatukan golongan, ras maupun agama didalam partai bukan karna partai berbasis Islam, jadi pengurusnya semua dari kalangan umat Islam, mari kita saling rangkul untuk bersatu dan membangun partai agar menjadi besar,” ungkapnya.

Bila dilihat dari komposisi kepengurusan PKB Sumba Timur NTT telah memberi ruang kepada non muslim menempati ketua Dewan Tanfiz maka PKB Sumba Timur NTT mendapat simpati masyarakat dengan membangun kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) disetiap Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur sehingga memenuhi kuota calon Legislatif dan meraih suara sebanyak 5000 suara bahkan menempati Calegnya di DPRD KabupatenSumba Timur

“Peristiwa dualisme kepengurusan yang tak saling koordinir bersama pengurus periode 2012-2017 ini telah mencederai Demokrasi dan merusak filosofi perjuangan Partai PKB Sumba Timur NTT, yaitu maju tak gentar membela yang benar,” pungkasnya.

(M Habibudin)

Komentar

News Feed