Selasa, Juli 27, 2021
BerandaPolres Malang Pulbaket Pengadaan Bawang Merah 4,7 Miliar
Array

Polres Malang Pulbaket Pengadaan Bawang Merah 4,7 Miliar

Nasri Abdul Wahid

FAKTA PERS – MALANG.

Seperti bola salju yang terus menggelinding, kasus pengadaan benih bawang merah dan fasilitasnya, proyek senilai Rp. 4,7 miliar ini kini dalam pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) pihak Polres Malang Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid mengaku telah dipanggil polisi untuk memberikan keterangan seputar proses tender proyek yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun ini. Dihadapan penyidik Nasri mengaku hanya melakukan klarifikasi mengenai mekanisme pelelangan proyek.

“Saya dipanggil oleh pihak kepolisian Polres Malang selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), saya sudah jelaskan mekanisme pelaksaan tender proyek tersebut kepada pihak kepolisian,” kata Nasri.

Menurutnya penjelasan seputar nama kegiatan, mata anggaran serta penetapan pemenang sudah sesuai mekanisme yang berlaku. Di mana sebelum diumumkan pemenangnya sebagai KPA pihaknya terlebih dahulu melakukan cek and balances, terkait semua dokumen pelelagan termasuk kondisi fisik alamat rekanan pemenang.

Ditegaskan Nasri, untuk permasalahan ini tidak ada yang ditutupi sebagaimana yang dituduhkan selama ini. Untuk diketahui kalangan anggota dewan meminta proyek ini ditender ulang (retender) jika dilakukan dengan cara tidak transparan. Namun Nasri membantah. Dia menegaskan tidak akan melakukan retender. Alasannya semua dilakukan dengan mekanisme yang transparan melalui IT.

“Saya kira cukup transparan ya tidak ada yang ditutupi karena sudah diumumkan melalui IT,” ujar mantan Kepala Dinas Perikanan ini.

Proyek ini dimenangkan CV Kirana Jaya Abadi. Salah satu masalah yang disoroti adalah klasifikasi kontraktor yang dinilai belum memenuhi standar untuk mengerjakan proyek yang nilai kontraknya lebih dari Rp 1 miliar. Dalam proyek ini pagu dananya mencapai Rp 4, 8. Dalam penawaran rekanan yang memenangkan proyek tersebut menawarkan Rp 4,7 sesuai nilai kontrak.

Sekretaris UPL, Dwi Sriwahyudi mengatakan dalam verifikasi, dokumen yang dimiliki rekanan semuanya lengkap. Beberapa dokumen terkait antara lain SIUP, serta pajak tahunan. “ini kita periksa semua dan memenuhi syarat,” singkatnya.

Seperti yang telah diketahui, mencuatnya kasus ini, disinyalir CV Kirana Jaya Abadi pemenang pengadaan bawang merah ini, sejak awal terdapat kejanggalan. Salah satu diantaranya yang paling vital perusahaan ini diduga tidak memiliki alamat kantor di wilayah Malang dan sekitarnya.

Sedangkan, rencananya proyek pengadaan fasilitas benih bawang merah sebesar 120 ton akan disebar di wilayah Kabupaten Malang. Dinas terkait mengharapkan kesuksesan program ini untuk memenuhi pasar dalam skala nasional. Kabupaten Malang selama ini termasuk yang mensuplai bawang ke beberapa daerah seperti Kalimantan dan Jakarta, juga Sumatera. (Putut)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments