oleh

Pungli Dana Desa TA 2016 Tidak Bisa Diusut, Kejari Palas “Tidak Profesional”

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Masyarakat Palas kecewa, Pungli Dana Desa 2016 hampir diketahui berbagai lapisan masyarakat Palas, bahkan mahasiswa AMP3R yang sampai melakukan orasi sebanyak 7 kali ke Sekertariat Bupati, DPRD, dan Kejari Palas. Namun sampai berita ini ditayangkan dugaan pungli belum juga dapat diusut dan semakin tumbuh subur.

David Riadi, Kasi Intel Kejari Palas, Rabu (30/5/2017) saat dikonfirmasi di kantornya tentang tindak lanjut penyidikan dugaan pungli Dana Desa 2016 yang diduga dilakukan APDESI Palas mengungkapkan, “Belum ditemukan alat bukti yang kuat untuk dilakukan penyeledikan. Penegakan hukum tidak bisa dengan asumsi, rahasia alat bukti harus bisa ditegaskan sebagai alat bukti. Kalau memang mereka bersikeras adanya pungli, tolong Kepdes yang merasa dipungli dihadirkan ke Kejari Palas.”

Tambahnya, “Kejadian ini 2016, dan tidak mungkin lagi dilakukan tangkap tangan, sehingga mestinya Kepdes selaku korban lebih proaktif untuk melaporkan dan mengakui adanya pungli itu.”

“Dalam penyidikan tindak pidana ada 5 alat bukti dan rekaman adalah termasuk bukti tambahan. Nah alat bukti rekaman harus menghadirkan saksi yang berkeberatan, kecuali pungli itu tertangkap tangan.” ungkapnya.

Dihari yang sama Tondi Sarasi Lubis mahasiswa AMP3R Palas, saat ditemui faktapers.com mengungkapkan kekesalannya terhadap proses penyidikan Kejari Palas yang terkesan lamban dan tidak profesional.

“Kejari Palas jangan menganggap kami ini bodoh, mana mungkin Kepdes mengakui dan menyerahkan keberatan mereka sudah dipungli oleh APDESI Palas ke pihak Kejaksaan Palas, karena mereka adalah objek utama yang menyerahkan dana itu. Kalau memang pihak kejaksaan profesional, dari alat bukti rekaman beberapa oknum Kepdes saat diwawancara wartawan, LSM, maupun mahasiswa seharusnya sudah dapat ditindaklanjuti”.

“Selanjutnya pihak kejaksaan melakukan pemanggilan terhadap oknum Kepdes dengan membandingkan rekaman, tentu mereka (kepdes) tidak akan dapat mengelak lagi”.

“Kami bukan mengintervensi proses penyidikan, namun sejatinya kami rindu kebenaran. Dana Desa sudah di pungli, Kejari Palas tidak profesional dalam menindaklanjuti kasus dugaan pungli, lalu bagaimana dengan dugaan penyelewengan Dana Desa 2015-2016? Kuat dugaan kami kasus tersebut juga kelabu.” tegas Tondi yang merasa kecewa terhadap kinerja Kejari Palas yang dinilainya tidak profesional. (R9)

Komentar

News Feed