Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaSimakrama Pangdam IX Udayana dengan Insan Pers
Array

Simakrama Pangdam IX Udayana dengan Insan Pers

FAKTA PERS – DENPASAR, BALI.

Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Komarudin Simanjuntak menjelaskan, saat ini Indonesia sedang menghadapi ujian berat. Ujian itu dibuktikan adanya sekelompok orang yang ingin menggantikan Pancasila dengan idelogi tertentu.

“Saya ingin katakan bahwa, orang yang ingin menggantikan Pancasila adalah orang yang melupakan sejarah, mengingkari sejarah Indonesia. Jadi orang yang melupakan sejarah itu harus dilawan,” ujarnya saat acara Simakrama dengan Insan Pers di Denpasar, (26/5/2017).

Menurut Pangdam, kelompok orang yang melupakan sejarah itu ibarat seklompok mahasiswa yang ditugaskan oleh dosennya untuk melakukan diskusi. Dalam perencanaan diskusi tersebut, ada yang juru ketik, ada yang memberikan konsep dan ide, ada yang mencarikan referensi, tetapi ada yang menjadi bagian logistik. Menariknya, petugas bagian logistik itu saat diskusi seringkali keluar.

“Awalnya dia keluar beli nasi padang, pesertanya 10 orang tetapi dia beli 12 bungkus. Kemudian dia mempersilahkan teman-teman makan nasi padang. Kemudian selang beberapa lama kemudian petugas logistik itu keluar lagi mencari martabak. Setelah itu keluar lagi mencari aqua dan sebagainya. Sampai disikusi itu berakhir, petugas logistik itu tidak pernah ikut diskusi. Namun saat presentasi di depan dosen, petugas logistik itu justeru yang paling banyak protes, paling banyak berdebat. Sekalipun isi debatnya tidak berisi. Bahkan debatnya itu ditertawakan oleh dosen dan teman-teman lainnya,” ujarnya.

Hal yang sama itu terjadi dengan sekelompok orang yang ingin mengganti ideologi negara ini. Mereka sesungguhnya tidak paham sejarah, tidak paham proses, bagaimana terbentuknya negara ini. Empat pilar negara ini yakni Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, NKRI itu sudah harga mati. Mengganti idelogi negara sama dengan mengubah sejarah Indonesia ini. Dan kelompok-kelompok itu selalu saja ada dan muncul.

Saat ini ada kelompok teroris yang ingin menghancurkan negara ini. Kelompok ini ingin eksis, ingin pengakuan bahwa mereka tetap ada. “Mereka itu awalnya berasal dari berbagai negara di dunia, diusir kembali ke Indonesia, dan mereka diminta untuk melakukan aksi, agar negara ini tahu keberadaan para teroris. Bom di Kampung Melayu merupakan bagian dari kelompok ini,” ujarnya.

Itulah sebabnya, di Mabes TNI, sudah ada perintah agar selalu meningkatkan kewaspadaan di seluruh wilayah masing-masing. Hal yang sama juga terjadi di Mabes Polri dimana instruksinya yakni meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (K. Nugraha)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments