Minggu, Juli 25, 2021
BerandaDiduga Dana Bansos Jides Mandailing Natal Syarat Korupsi, Kelompok Tani: Oknum Dinas...
Array

Diduga Dana Bansos Jides Mandailing Natal Syarat Korupsi, Kelompok Tani: Oknum Dinas Pertanian Lakukan Potongan 22 Persen

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Pembangunan jaringan irigasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal dari tahun 2012 – 2016 harus diusut tuntas, pasalnya ada pengakuan sejumlah kelompok tani bahwa oknum Dinas Pertanian melakukan pemotongan dana pembangunan jaringan irigasi yang bersumber dari Dana Bantuan Sosial (Bansos), Senin (12/06).Dermikian disampaikan kelompok tani yang enggan menyebutkan namanya.

“Pembangunan jaringan irigasi yang kami dapatkan pada tahun 2014 itu jelas ada pemotongan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, namun kami dari kelompok tani tidak dapat menolak keinginan dari Dinas Pertanian karena oknum tersebut berdalih untuk pembayaran pajak dan ke Dinas Pertanian Provinsi,” katanya.

Cara yang dilakukan terkait pemotongan oleh Dinas Pertanian itu, yakni setelah rekomendasi proses pencairan diberikan Dinas Pertanian pada kelompok tani, barulah kelompok tani membawa rekomendasi ini ke Bank yang telah dibuka sebelumnya rekening kelompok tani.

Usai uang yang dicairkan diperoleh, ada oknum Dinas Pertanian sengaja menelopon agar segera berjumpa di satu tempat yang disepakati, sesampainya disana ternyata sejumlah kelompok tani pun juga berada di tempat yang dijanjikan dan terlihat secara bergantian kelompok tani menyerahkan uang kepada oknum Dinas Pertanian dengan dalih Pajak sebesar 22 %.

Berbeda disampaikan oleh staf pada Dinas Pertanian yang saat ini tidak lagi bertugas pada Dinas Pertanian, menyebutkan pembangunan jaringan irigasi pada tahun 2016 itu banyak kelompok tani siluman artinya Dinas Pertanianlah yang mengelola dan mencairkan kegiatan pembangunan jaringan irigasi tersebut.

Dan kelompok tani hanya sebatas topeng saja dan diberikan imbalan tansport dalam proses pencairan dana pembangunan jaringan irigasi ke salah satu Bank tersebut, kemudian Dinas pertanianlah yang mengelola segala bentuk bangunan pada tahun 2016.

“Bahkan, bangunannya tidak sesuai dengan sebenarnya, pasalnya suka-suka Dinas Pertanian dalam pembangunannya, dan bila persolan ini muncul saya akan beberkan semuanya.

Saya tidak takut diintimidasi oleh Dinas Pertanian, cukuplah saya berbuat dosa dalam mengelola dana Bansos tersebut dan saya berharap Dinas Pertanian berubahlah ke arah yang lebih baik jangan lagi bodohi kelompok tani untuk kepentingan pribadi. Ingat persoalan ini akan muncul nantinya di belakang hari, saya akan jadi saksi,” ungkapnya.

(M.Effendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments