Minggu, Juli 25, 2021
BerandaDisinyalir Melanggar, PU SDA Kabupaten Malang Segera Sidak Pembangunan Ruko di Pakis
Array

Disinyalir Melanggar, PU SDA Kabupaten Malang Segera Sidak Pembangunan Ruko di Pakis

FAKTA PERS – MALANG.

Pembangunan rumah toko (ruko) yang terletak di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, diduga melakukan pelanggaran. Padahal, beberapa waktu lalu sudah diperingatkan oleh dinas terkait.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Kabupaten Malang wilayah Kecamatan Pakis, Sukamto, mengatakan, bahwa garis patok batas pinggir bangunan ruko tersebut terlalu dekat dengan bibir sungai.

“Kita sudah melakukan pengukuran di lokasi, itu kita lakukan beberapa bulan lalu,” kata Sukamto beberapa waktu lalu.

Menurut dia, diperkirakan patok batas bangunan tersebut sepanjang 6 meter dari sepadan sungai. Sementara, kondisi saat ini, imbuh Sukamto, jarak dari bangunan tidak ada 6 meter, bahkan struktur tanah justru dibentuk teras sering.

“Bangunan itu memang sudah seharusnya sesuai jarak yang sudah ditetapkan dalam peraturan pemerintah. Saya berharap ada patok untuk ukuran paten dari dinas,” tandas dia.

Secara terpisah, Kepala Bidang Bina Manfaat PU SDA Kabupaten Malang, Abdul Rochim, terkejut setelah berkembang informasi bahwa pembangunan ruko yang melakukan pelanggaran ukuran batas sepadan sungai itu masih berjalan.

“Loh, pembangunan ruko itu masih berjalan ya,” ujar Rochim, Jumat (03/06/2017), saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara, ditanya soal status lahan yang dibangun ruko tersebut apakah sudah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), ironisnya, dia justru meragukan apakah bangunan tersebut sudah memliki IMB atau belum.

“Saya ragu, apakah bangunan itu sudah memiliki IMB atau belum. Soalnya, kalau sudah memiliki IMB pasti datanya ada pada saya. Yang pasti dalam waktu dekat, saya sendiri yang akan turun untuk mengukur dan cek keberadaan bangunan ruko itu,” pungkas dia.

Seperti yang telah diketahui, lahan yang dibangun ruko tersebut persis di pinggir sungai, dan sudah jelas tanah milik negara. Kalau dilihat, di lokasi pembangunan terpampang bahwa tanah tersebut milik Perum KA dan bersebelahan tanah milik Pemerintah Kabupaten Malang yang dijadikan pasar hewan sesuai dengan papan yang ditancapkan di lokasi.

(Putut)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments