Selasa, Mei 11, 2021
BerandaGadis 7 Tahun Dicabuli Tetangganya Sendiri, Karena Miskin, Polisi Menyarankan Berdamai
Array

Gadis 7 Tahun Dicabuli Tetangganya Sendiri, Karena Miskin, Polisi Menyarankan Berdamai

FAKTA PERS – MADINA.

Malang sekali nasib anak ini, sebut saja namanya Bunga yang berusui 7 tahun. Penduduk Desa Torbanua Raja, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal ini yang menjadi korban pencabulan oleh dua (2) anak laki-laki penduduk yang sama sekitar 01 Mei 2017 yang lalu di belakang salah satu selolah dasar swasta.

“Atas saran dari Kepolisian Resort Madina, putri kami sudah dibawa ke RSUD Panyabungan untuk dilakukan visum. Setelah itu kami membuat pengaduan ke SPK Polres Madina. Namun kami disarankan berdamai, karena korban dan kedua pelaku masih anak-anak,” ujar orang tua Bunga kepada Fakta Pers Minggu sore (04/06) di Jalan Bermula Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina.

Ironisnya, orang tua Bunga yang berusia 42 tahun tersebut telah lima (5) tahun ditinggal suaminya pergi ke Malaysia. Sambil menangis menceritakan kronologis kejadian ketika Bunga dicabuli oleh If (12) anak dari G dan MR (9) anak dari MS, yang juga earga Torbanua Raja, Kecamatan Panyabungan Utara.  Di sekitar lokasi SD swasta itu secara bergantian dicabuli para pelaku hingga mengakibatkan kemaluan Bunga robek. Hal itu terbukti sesuai keterangan pihak medis.

Kata orangtua Bunga, masalah itu diketahuinya adalah berkat cerita keluarganya yang mengatakan bahwa IF dan MR telah menelanjangi Bunga bergantian. Mendengar hal itu, orangtua Bunga menjumpai pelaku. Di depan orang tua mereka, kedua pelaku mengakui perbuatannya itu. Maka orang tua Bunga mengadukannya ke Polres Madina.

Sambil terus menangis ibu korban menuturkan nasib anaknya. Ia mengatakan, “apakah karena kami miskin dan tidak mempunyai beking, lalu masalah yang menimpa putri saya hanya dihargai dengan uang Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah) oleh kedua orang tua pelaku? Setelah pihak pengetua adat di desa itu melakukan mupakat dan mengatakan kami pikir-pikir, inikah namanya keadilan Pak Kapolres Madina…?”

“Apakah karena kedua pelaku anak-anak, lalu anak kami menerima aib ini? Apakah karena orang tua pelaku orang dekat salah seorang polisi lalu kami nggak boleh mencari keadilan di Madina ini? Kemana lagi kami mencari keadilan?” ujar ibu korban sambil terus menangis.

Kepala Desa Tor Banua Raja Rangkat yang dihubungi wartawan membenarkan bahwa ada warganya telah dicabuli oleh IF dan MR beberapa hari yang lalu. “Benar sekali, tapi kami telah mengupayakannya untuk damai melalui tokoh-tokoh masyarakat yang ada di desa. Bukan Rp. 3 juta kesanggupan orang tua pelaku, tapi Rp 6 juta. sebab sebelumnya ibu korban meminta uang dama Rp. 50 juta,” ujar Kades Tor Banua Raja.

Kata dia, pihaknya sebagai kades malam ini juga akan terus berusaha mendamaikannya, tolong dulu ketua kami yang menanganinya. ngGak usah sampai dulu ke aparat penegak hukum, karena kami masih bisa mendamaikannya. (M. Efendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments