Kamis, Juli 29, 2021
BerandaKapolres Madina Mediasi Warga Desa Darussalam dengan Desa Salambue
Array

Kapolres Madina Mediasi Warga Desa Darussalam dengan Desa Salambue

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Pasca bentrokan, Kapores Mandailing Natal AKBP Martri Sonny SIK, MH langsung meminpin proses mediasi atas perkelahian warga Desa Darussalam (Pangaran) dengan Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan, Kabaputen Mandailing natal. Bertempat di Aula Kamtibmas Polres Madina Senin malam (26/06).

Turut hadir juga dalam acara mediasi tersebut Wakil Kapolres Madina Kompol M. Hutabarat, Kapolsek Panyabungan AKP Agus Maryana, Camat Panyabungan Sejarah Hakim, S.Sos, dan sekitar 20 orang perwakilan warga desa dari kedua belah pihak.

Seperti diketahui sebelumnya, mediasi dari perkelahian warga antara dua desa (Desa Darussalam dengan Desa Salambue) yang terjadi pada hari Senin 26/6 2017 di kedai kopi milik T.

Sekelompok pemuda warga Darussalam melakukan pemukulan terhadap warga Salambue yang menyebabkan perkelahian antar kedua desa yang dipicu dari tembak-tembakan mainan kelompok anak-anak kedua belah pihak dengan menggunakan senjata mainan yang mengakibatkan 5 orang warga Desa Salambue mengakibatkan luka ringan diantaranya; TA (17), FA (16), RA (16), SR (18), dan SS (17).

Kemudian kelompok warga Salambue melakukan sweping terhadap warga Darussalam sehingga terjadi pemukulan terhadap warga Darussalam yang mengakibatkan satu orang luka ringan berinisial N (17).

Setelah dilakukan mediasi oleh Kapolres Madina AKBP Martri Sonny SIK, MH, kedua belah pihak sepakat melakukan perdamaian dengan poin-poin antara lain;

1). Apabila terjadi permasalahan anak-anak antara kedua desa, orang tua kedua belah pihak tidak boleh langsung ikut campur dan harus melalui Kepala desa masing-masing untuk proses hukum.

2). Korban dari kedua belah pihak akan segera dilakukan penanganan medis dengan dibiayai oleh pihak unsur Pemerintah Kecamatan Panyabungan dan unsur Pemerintahan Desa kedua belah pihak.

3). Apabila dikemudian hari ada permasalahan diantara warga kedua desa, maka kepala desa masing-masing langsung membawa korban ke pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut dan tidak ada lagi proses perdamaian.

Proses mediasi selesai pada pukul 22.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. (M Efendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments