Minggu, Juli 25, 2021
BerandaPasca Pengerukan Jaringan Irigasi, Hujan Licin, Kemarau Berdebu
Array

Pasca Pengerukan Jaringan Irigasi, Hujan Licin, Kemarau Berdebu

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Warga pengguna Jalan Lingkar Timur, Kabupaten Mandailing Natal resah dengan pasca pengerukan jaringan irigasi Batang Gadis yang diduga dikerjakan asal-asalan.

Pasalnya, pekerjaan pengerukan jaringan tersebut mengakibatkan badan jalan menjadi licin dikala musim hujan, dan di musim panas banyak berterbangannya debu akibat kapasitas pengangkat tanah kerukan (sendimen) kebanyakan bocor dari Dump Truk sehingga berjatuhan di jalan.

Minimnya tindakan dari pengawas pekerjaan, maupun pihak kepolisian setempat dengan adanya pengerjaan pengerukan yang diduga tidak mempedulikan keresahan warga dan pengendara yang melintas.

Amatan wartawan di lokasi pada Kamis (22/6), sebelumnya pengerukan tampak menggunakan alat berat berupa Beckho. Setelah tanah di dalam saluran dikeruk, kemudian dimuat ke dalam bak mobil Dump Truk yang sudah mengantri menunggu di dalam lokasi.

Lalu tanah pengerukan itu diangkut ke suatu tempat masing-masing dengan melintasi jalan lingkar timur dengan kondisi bocor dan berceceran di jalan. Sehingga jalanan menjadi kotor dan berdebu.

Parahnya lagi, jika hujan turun jalanan menjadi becek serta licin. Sebaliknya jika kemarau/panas debunya tampak berterbangan hingga mengganggu pandangan pengendara/pengemudi kendaraan yang melintas.

Salah seorang pengguna jalan di lokasi, Iwan saat disambangi Fakta Pers mengungkapkan, “sudah resah kami dengan pengerukan yang dikerjakan hanya mementingkan keuntungannya sendiri tanpa memikirkan keselamatan orang lain (pengguna jalan red). Selain menimbulkan polusi udara, jalanan menjadi kotor juga membuat jalan licin jika musim hujan seperti hari ini,” ungkapnya. (M Efendi) 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments