Selasa, Juli 27, 2021
BerandaPemkot Tidore Peduli Korban Banjir
Array

Pemkot Tidore Peduli Korban Banjir

PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara pada Minggu (18/6) pagi mengunjungi serta memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana banjir pada sejumlah desa di wilayah Halmahera tepatnya di kecamatan Oba Tengah dan Oba.

Bantuan yang diberikan itu berupa 1000 dos makanan instant
beserta air bersih siap konsumsi. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis ke perwakilan warga oleh Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim, MH beserta Ketua TP PKK, Sulama Ali Ibrahim, Kapolres Kota Tidore AKBP. Azhari Juanda, S.Ik, Dandim 1505 Tidore, Letkol  Inf Harrisal, namun untuk pembagiannya diserahkan kepada Dinas Sosial bersama BPBD yang mengkoordinir langsung pembagian kepada warga yang membutuhkan.

Sebelum memberikan bantuan, walikota Tidore beserta seluruh rombongan, melakukan kunjungan ke setiap desa terdampak banjir, guna melakukan dialog bersama warga.

Saat berdialog dengan warga, Ali Ibrahim menerima berbagai laporan yang masuk terkait penyebab utama banjir, yakni kondisi saluran air di sejumlah lokasi seperti Kali Laka di Kecamatan Oba yang tidak mampu menampung debit air yang besar. Sehingga air meluap dan mengenangi pemukiman warga.

“Air meluap saat hujan, airnya hampir satu meter, banjir langsung membawa ternak, hasil bumi terutama buah kelapa. Penyebabnya adalah normalisasi kali Laka yang hingga saat ini belum kunjung selesai,” tutur Jufri salah satu warga Bale.

Menanggapi persoalan tersebut, Walikota berjanji akan segera menindak lanjuti permintaan warga dan secepatnya ditindaklanjuti dalam waktu dekat. Walikota juga meminta agar Dinas PU segera menyelesaikan Normalisasi Kali Laka tersebut.

Namun demikian, Ali Ibrahim, mengingatkan kepada warga bahwa dalam kegiatan proyek normalisasi kali itu, Pemerintah Daerah selalu terkendala dengan pembebasan lahan, sebab warga yang mematok harga lahan yang sangat tinggi. Oleh karena itu Ali Ibrahim meminta agar masyarakat dengan penuh kesadaran untuk mengikhlaskan lahannya yang masuk dalam lokasi sodetan untuk diganti sesuai ketetapan pemerintah. karena hal ini juga menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Saya minta kepada semua warga yang kena banjir agar berikan kami waktu. Nanti setelah dari sini, kami bentuk tim dan sekitar hari selasa atau rabu, timnya turun kesini (lokasi terdampak) kemudian lakukan pendataan. Untuk sementara kami dari pemerintah kota memberikan bantuan yang utama berupa air bersih dan mie instan. Soal normalisasi kali Pemerintah selalu terkendala dengan pembebasan lahan warga yang mematok harga sangat tinggi. Untuk itu hal ini harus menjadi kesadaraan bersama karena ini menyangkut dengan kepentingan bersama,” jelas Ali Ibrahim.

Ali Ibrahim juga meminta kepada Kepala Desa bersama Camat agar segera membuat laporan detail kerugian warga yang terdampak banjir bandang itu.
Saat memberikan bantuan, Ali Ibrahim berharap, semoga bantuan yang diberikan ini dapat membantu mereka (warga terdampak) dalam memenuhi kebutuhan utama mereka. Sambil memberikan bantuan, Ali Ibrahim juga menanyakan kondisi kesehatan warga terdampak banjir. Namun oleh warga terdampak, kesehatan mereka masih baik-baik saja.

Namun demikian untuk mengantisipasi jangan sampai warga terserang penyakit, pihak Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulaun telah membangun posko kesehatan disetiap desa yang mengalamai kebanjiran. “Dari kesehatan sudah membentuk tim untuk penetapan posko kesehatan di daerah terdampak. Jadi bagi masyarakat yang sakit kemudian mau berobat, maka bisa datang ke posko karena disitu sudah ada dokter dan obat-obatan,” kata Kadis Kesehatan Dr. Abdullah Maradjabessy yang juga turut serta mendampingi Walikota dalam mengunjungi kondisi warga korban banjir.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/06) ratusan rumah warga di wilayah daratan Halmahera tersebut, diguyur hujan deras selama 4 jam. Akibatnya, air di sejumlah kali meluap dan meredam ratusan rumah warga. Sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir terlihat panik dan mengamankan diri ke tempat yang lebih aman. Namun demikian tidak ada korban jiwa atas bencana banjir tersebut, sementara untuk kerugian yang ditaksir hingga berita ini dipubliskan belum ada laporan resmi sebab masih dilakukan pendataan.

Berikut rincian rumah warga terdampak banjir di Oba dan Oba Tengah
1. Desa Yehu : 70 rumah
2. Desa lola : 28 rumah
3. Desa Tului : 103 rumah
4. Desa Bale : 65 rumah
5. Desa Trns Koli : 186 rumah
6. Desa Kosa : 122 rumah
7. Trans Kosa : 94 rumah
8. Payahe : 15 rumah
Total rumah yang teredam banjir sebanyak : 683 rumah
Sumber : BPBD Kota Tidore Kepulauan.

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments