oleh

Peringati Hari Pancasila, Pemkab Purwakarta Luncurkan ATM Beras

-Daerah-358 views

FAKTA PERS – PURWAKARTA.

Momentum Hari Lahir Pancasila (1/6), Pemkab Purwakarta, Jawa Barat meluncurkan ATM Beras. Peluncuran program yang digelar di Desa Wanakerta, Kecamatan Bungursari ini merupakan wujud dari pengamalan Sila ke-Lima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Berbentuk Gapura Melati, ATM Beras memiliki kapasitas penyimpanan beras seberat 300 Kg. Diproyeksikan, sasaran program lanjutan dari beras perelek untuk menyasar warga yang termasuk kedalam kategori penerima beras sejahtera dengan jenis beras berkualitas premium.

Di lokasi peluncuran ATM Beras, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan langkah ini guna melahirkan pemerataan pemenuhan kebutuhan beras. Karena, selama ini beras premium hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu. “Warga yang berhak menggunakan ATM Beras ini, hanya bagi mereka yang termasuk kedalam penerima beras rastra. Di desa wanakerta ada 124 warga, ditahun ini ditargetkan seluruh masyarakat Purwakarta sudah bebas rastra,” jelasnya.

Kebijakan Beas Perelek, kata dia, ditransformasi menjadi ATM Beras. Warga yang kurang mampu tidak lagi harus menunggu beras diantar ke rumah oleh petugas desa, mereka kini cukup memasukkan kartu dan PIN ke dalam ATM itu untuk mendapatkan jatah beras.

“Jatahnya, 15 Kg per bulan, setiap pengambilan bisa sampai 3 Kg. Warga yang berhak akan mendapatkan kartu PIN, jadi, mereka tinggal mengatur sesuai kebutuhan,” terang Dedi.

Dikatannya, tahap pertama, ATM Beras sudah tersedia di Desa Dangdeur, Cibungur, Wanakerta, dan Bungursari, ke empat desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Bungursari. “Kita targetkan akhir tahun ini, 183 desa sudah memiliki ATM Beras,” pungkasnya.

Sementara, Pimpinan PTM Mitra Buana Komputindo selaku pelaksana teknis program ATM Beras, Tirta Buana menyampaikan penerapan sistem ATM Beras di Purwakarta adalah yang pertama di Indonesia, warga tidak perlu lagi membawa wadah beras, beras yang mereka terima sudah dimasukkan ke dalam plastik dan siap dibawa kerumah. “Sistem ini, baru pertama kali Indonesia. Warga tinggal ambil saja, berasnya sudah dimasukkan kedalam plastik,” ujar Tirta singkat. (rom)

Komentar

News Feed