oleh

Polres Malang Gelar 266 Pelaku Kejahatan Hasil Operasi Pekat 2017

FAKTA PERS – MALANG.

Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Malang merilis hasil pengungkapan selama dua pekan operasi penyakit masyarakat (pekat) Semeru 2017 di lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang, Jalan A. Yani No.1 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam hal ini, dipaparkan oleh Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Malang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Azi Pratas Guspitu, SH. SIK, bahwa dalam Operasi Pekat Semeru 2017 yang di laksanakan mulai tanggal 23 Mei sampai 3 Juni 2017 berhasil menangkap 266 orang tersangka dari tujuh golongan Penyakit Masyarakat (Pekat).

“Selama kurun waktu dua pekan, 92 anggota unit reserse kriminal Polres Malang berhasil membekuk para pelaku tindak kejahatan yang meresahkan warga Kabupaten Malang, baik kasus kejahatan pidana berat maupun tindak pidana ringan,” ujar Kapolres, Senin (05/06/2017).

Dijelaskan olehnya, hasil yang dicapai yakni pengungkapan 198 kasus dan menangkap 266 tersangka. Sementara, dari jumlah tersangka, terdapat 71 orang tidak ditahan karena statusnya tindak pidana ringan. Tindak pidana ringan yang dimaksud yakni tersangka yang menjual dan mengedarkan minuman keras tanpa izin atau melebihi kadar alkohol.

“Jadi tidak perlu ada penahanan bagi tersangka yang terkena Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Mereka hanya diwajibkan lapor dan pembinaan,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, sebanyak 195 tersangka sisanya terpaksa harus merayakan lebaran Idul Fitri 1438 H di dalam ruang tahanan akibat tindakannya yang melanggar undang-undang pidana.

“Mereka dalam hal ini pelaku pencurian, penjudi, pornografi, dan kejahatan yang meresahkan lainnya,” tegasnya.

Secara terpisah, Wakil Kepala (Waka) Polres Malang Komisaris Polisi (Kompol) Deky Hermansyah mengatakan, bahwa dalam operasi pekat ini ada 7 target operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang di gelar selama 12 hari. “Dari 266 tersangka dengan rincian untuk judi ada 21 kasus dengan 42 tersangka, miras 71 kasus dengan 71 tersangka, premanisme 75 kasus dengan 112 tersangka, portitusi 18 kasus dengan 23 tersangka, bahan peledak (handak) 4 kasus empat tersangka, pornografi 3 kasus empat tersangka, narkoba 6 kasus dengan 10 tersangka sehingga total 198 kasus dengan 266 tersangka,” pungkas dia. (Putut)

Komentar

News Feed