Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaRS Siloam Purwakarta Terapkan Code C, Tangani Cepat dan Akurat Pasien Serangan...
Array

RS Siloam Purwakarta Terapkan Code C, Tangani Cepat dan Akurat Pasien Serangan Jantung

dr. Mira Rahmawati SpPJ (K) Paparkan tentang Penyakit Jantung Koroner dan Penangannya

FAKTA PERS – PURWAKARTA.

Dokter spesialis jantung Rumah Sakit Siloam, dr. Mira Rahmawati SpJP (K) mengungkapkan Penyakit Jantung Koroner masih menempati posisi pertama di Indonesia penyebab kematian tertinggi.

“Penyumbatan pembuluh darah koroner, seperti lapisan berlemak, pembentukan plek dan penebalan plek sehingga otomatis oksigen kurang ke jantung,” jelasnya.

Ia mengatakan kecepatan penanganan penderita jantung koroner adalah hal utama yang perlu dilakukan dalam penyelamatan maupun mengantisipasi kerusakan otot pembuluh darah jantung yang lebih parah.

“Cepat-cepat dibawa ke rumah sakit dalam waktu kurang dari 12 jam, semakin cepat ditangani semakin baik. Sebaiknya tidak menunda-nunda supaya otot jantung tidak rusak,” terang dia.

Menurutnya, ciri-ciri terkena jantung koroner, dada terasa nyeri hebat lalu menjalar ke leher, bahkan bisa sampai ke punggung. “Tindakan awal, lakukan tirah baring lalu diberikan obat aspirin dan obat Nitrat, untuk stabilisasi supaya sumbatan tidak total,” tutur dokter Mira di RS Siloam Purwakarta, sebelum acara berbuka puasa bersama, Kamis (15/6).

Menurutnya lagi, pencegahan adalah hal yang paling penting. “Kolesterol, tekanan darah tinggi, nikotin adalah penyebab utama penyumbatan pembuluh darah jantung koroner. Untuk pencegahan, pola makan sehat, kurangi komsumsi makanan yang mengandung kolesterol dan merokok,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, di RS Siloam sudah bisa dilakukan operasi jantung koroner untuk penderita penyakit jantung koroner dan satu-satunya di Purwakarta.

“Efektif per hari ini, Kamis (15/6), RS Siloam Purwakarta sudah bisa operasi pemasangan ring atau balon bagi penderita Jantung Koroner. Alat kesehatan, Obat dan Tim medisnya sudah lengkap,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Head of Emergency Department RS Siloam Purwakarta, dr. Reza Syahrial mengatakan RS Siloam menerapkan “Code C”, standart penanganan cepat dan akurat bagi pasien serangan jantung (infark miokaer akut).

“Code C diberlakukan ketika ada pasien terkena serangan jantung di Emergency Departement, tanda-tanda bagi semua unit untuk menangani pasien serangan jantung,” jelasnya.

Ia menjelaskan target waktu penanganan pasien serangan jantung, sampai pemberian suntikan Fibrinolitik adalah 30 menit.

“Target kami, penanganan pasien serangan jantung. Mulai datang, di emergency sampai pemberian suntikan Fibrinolitik adalah 30 menit. Tindakan segera tersebut, diharapkan dapat mengurangi kesakitan bahkan kematian,” pungkas dr. Reza

Sementara, Direktur RS Siloam Purwakarta, dr. Irwan Gandana mengakui katerisasi jantung koroner di RS Siloam Purwakarta masih umum, belum dicover BPJS Kesehatan.

“Kami sudah ajukan ke BPJS Kesehatan, sudah sejak Oktober 2016, namun hingga kini belum ada realisasi dari BPJS Kesehatan. Kami berharap, agar BPJS Kesehatan segera mengcover penanganan Katerisasi Jantung Koroner di RS Siloam,” singkatnya.

Kegiatan buka bersama RS Siloam dan pembagian santunan untuk anak yatim.

Dalam kesempatan itu, RS Siloam Purwakarta menggelar acara buka bersama dengan karyawan dan anak yatim. Sebanyak 20 anak yatim dari yayasan Al-Hikmah mendapatkan santunan dari RS Siloam.

(rom)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments