oleh

RSUD Tidore Belum Juga Memiliki Dokter THT dan Mata

Dirut RSUD Kota Tidore dr. Rusni Abdullah

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Sampai saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tidore Kepulauan belum juga memiliki dokter mata dan THT (telinga, hidung, tenggorokan). Hal itu diakui Direktur Umum RSUD Kota Tidore, dr. Rusni Abdullah saat dikonfirmasi sejumlah awak media di kantor Walikota Tidore Kepulauan, Senin (12/6).

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan sejumlah dokter lewat grup WA, khusus para dokter serta di beberapa kampus, namun belum juga ada balasan untuk bekerja di RSUD Tidore. “Jadi sampai sekarang dokter mata dan THT belum ada. Kita sudah kontak tapi mereka belum konfirmasi ulang,” tutur Rusni.

Lanjutnya, kebanyakan dari mereka hanya menanyakan berapa insentifnya. “Rata-rata yang ditanya itu besaran insentif yang akan diberikan, kita sampaikan itu 25 juta sesuai dengan harga yang telah di patok pada anggaran. Terus mereka hanya katakan, oh iya terima kasih,” kata Rusni menirukan.

Sementara untuk mengatasi adanya pasien mata dan THT maka pihak rumah sakit akan melakukan rujukan ke Ternate. Namun demikian, apabila masih bisa ditangani maka akan ditangani oleh dokter umum. “Memang spesialis untuk pasien tidak ada. Jadi mau tidak mau harus dirujuk ke Ternate. Tetapi kalu masih bisa ditangani ke dokter umum ya ditangani tapi kalu tidak ya harus rujuk ke Ternate,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Walikota Tidore Kepuluan, Muhammad Sinen, SE mengatakan selaku pemerintah daerah punya keinginan besar untuk mendapatkan dokter THT dan mata, namun terbentur dengan adanya kemampuan anggaran daerah yang terbatas. “Kita sudah bicarakan namun banyak dokter yang belum mau untuk mengabdi di Tidore. Jadi Ini bukan kesalahan dirut RSUD tetapi kembali pada kemampuan anggaran daerah kita yang agak terbatas, sehingga membuat biaya jasa yakni pembayaran intensif dokter untuk Tidore tidak sama dengan daerah lain,” jelas Muhammad Sinen.

Lebih lanjut Muhammad Sinen mengatakan, satu-satu jalan adalah menaikan harga jasa atau insentif dokter agar para dokter memiliki keinginan untuk mengabdi ke Tidore. “Makanya di perubahan ini dan 2018, Insya Allah kita punya anggaran lebih agar kita usahakan menaikan insentif supaya dokter luar punya keinginan datang ke Tidore untuk mengabdi,” tutur Wawali. (ss)

Komentar

News Feed