Minggu, Juli 25, 2021
BerandaSoal Libur Sekolah Hari Sabtu, Dinas Pendidikan Tidore Tunggu Regulasi Resmi
Array

Soal Libur Sekolah Hari Sabtu, Dinas Pendidikan Tidore Tunggu Regulasi Resmi

Ismail Dukomalamo , S.Pd., M.M.,

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Terkait pelaksanaan belajar-mengajar tahun ajaran 2017-2018 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bahwa akan merubah jam sekolah yang sebelumnya 6 hari menjadi 5 hari yakni Senin hingga Jumat, dimana secara otomatis kebijakan baru tersebut meliburkan hari Sabtu. Keputusan  berlaku bagi para siswa yang bersekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK), dan/atau sekolah yang sederajat.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo saat ditemui Fakta Pers di ruang kerjanya pada Jumat (9/6/17) pagi, mengatakan pihaknya masih menunggu  regulasi secara resmi oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun demikian, pihaknya mendukung bilamana kebijakan baru tersebut diberlakukan.

“Kami siap mendukung kebijakan baru dari Pak Menteri itu. Tetapi kami masih harus menunggu regulasinya, sebab yang disampaikan Pak Menteri itu merupakan sebuah konsep perencanaan. Kita bisa bicara lebih selain regulasinya suda ada, kalau masih sebatas informasi maka kami belum bisa menjadikannya dasar,” jelas Ismail Dukomalamo.

Menurut Ismail, bila kebijakan baru tersebut diberlakukan maka itu lebih baik, sebab anak-anak memiliki waktu istirahat yang cukup untuk melakukan kegiatan di luar rutinitas mereka selama 5 hari di sekolah. Sedangkan di hari minggu mereka bisa menggunakan waktu untuk berekreasi.

Walaupun demikian, Ismail Dukomalamo  menambahkan, semuanya itu akan dikembalikan ke masing-masing daerah.

“Konsep Pak Menteri itu bagus, karena dia mengurangi waktu belajar-mengajar dari 6 hari menjadi 5 hari. Namun waktu di sekolah menjadi lebih panjang. Tinggal bagimana kita kondisikan dengan daerah masing-masing, karena yang 6 hari pulangnya  jam 1 tetapi yang 5 hari pulngnya hampir jam tiga dan ada yang setengah 4,” tutur Ismail.

Sebelumnya, aturan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/6/2017). Muhadjir mengatakan akan mengubah hari belajar di sekolah menjadi Senin sampai Jumat. Aturan itu berlaku pada tahun ajaran baru 2017-2018. Dimana setiap harinya, siswa akan belajar di sekolah selama 8 jam. Bila dikalikan waktu belajar Senin sampai Jumat atau lima hari, artinya siswa belajar 40 jam.

“Itu sudah sesuai standar kerja ASN untuk guru. Itu sudah melampaui standar kerja ASN, sehingga guru mengikuti standar itu,” kata Muhadjir, sebagaimana dikutip dari Liputan6.com.

Selain itu, menurut Muhadjir selama ini di sekolah negeri khususnya, memang hanya belajar dari Senin hingga Jumat. Hanya saja, siswa masih terbebani dengan kegiatan ekstrakulikuler pada hari Sabtu maupun Minggu. Sehingga dengan adanya aturan ini, siswa tidak perlu lagi berkegiatan di hari Sabtu.

“Iya (Sabtu), full libur,” kata Muhadjir.

(ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments