Selasa, Mei 11, 2021
BerandaTerkait Saluran Batang Gadis, Pemuda Lira Mandailing Natal Minta KPK Audit Dana...
Array

Terkait Saluran Batang Gadis, Pemuda Lira Mandailing Natal Minta KPK Audit Dana Pengerukan

Saluran Irigasi Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal, Panyabungan, Fakta Pers/M Efendi, Rabu (28/6)

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Pemuda Lira Kabupaten Mandailing Natal meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengaudit investigasi terhadap anggaran perbaikan atau pengerukan aliran sungai Batang Badis.

Sesuai informasi yang beredar akan hal tersebut, di mana dana pengerukan irigasi mencapai sekitar Rp. 9 milyar, bahkan diduga perusahaan atau rekanan yang mengerjakan juga tidak diketahui (siluman),” kata Ketua Pemuda Lira Mandailing Natal Bobby Burhansyah kepada Fakta Pers di Panyabungan, Rabu (28/6).

Menurutnya, “audit investigasi dipandang sangat perlu untuk dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengingat besarnya jumlah dana yang digunakan dalam kegiatan tersebut sesuai dengan informasi yang beredar,” ujarnya.

“Dimana pola pengerukan sedimentasi juga terlihat tidak jelas, karena hanya menumpuk di tepi aliran sungai. Sedimentasinya bakal kembali hanyut ke sungai bilamana hujan turun,” ungkapnya.

“Kenapa pihak yang mengerjakan tidak menyiapkan terlebih dahulu lokasi untuk pembuangannya, maka Pemuda Lira bersama masyarakat akan bergandengan tangan akan melaporkan hal tersebut kepada Dirjen Sumber Daya Air,” kata Bobby.

Sementara Ahmad, salah satu masyarakat mengatakan kepada awak media ini, dimana pengerukan tersebut sangat meresahkan pengguna Jalan Lingkar Timur (sekitar lokasi). Sebab sendimetasi dari pengerukan akan berceceran jalan bahkan banyak menumpuk di tepi sungai.

“Hampir setiap hari saya (Ahmad) melalui jalan ini. Sebelumnya udara disini sangat asri dan tidak sedikit para pengemudi Becak Motor (Betor) yang istirahat disekitar  Jalan Lingkar Timur ini. Namun sekarang sudah jarang apalagi saat ini akibat pengerukan itu pastinya kita akan selalu menghirup debu,” ujarnya.

Jika memang benar informasi yang beredar pengerukan tersebut menggunakan dana sebesar lebih kurang Rp. 9 milyar, saya selaku masyarakat juga sangat mengharapkan agar KPK mengaudit dana yang dipakai oleh pihak tersebut,” kata Ahmad. (M Efendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments