oleh

Terkait Tindak Pidana Penganiayaan Bersama, Minoritas Hia Akan Cabut Surat Kuasa Kepada Penasehat Hukumnya

Foto: Ilustrasi

FAKTA PERS – KEPULAUAN NIAS.

Berdasarkan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi di Rumah Ina Galeri, orang tua dari A/i Boy Hia  di Dusun II, Desa Bawozamaiwo, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatra Utara, pada Sabtu (10/12/2016) sekira pukul 22.00 WIB yang lalu, Minoritas Hia (25) memberi kuasa khusus kepada  Gabrieli Giawa,SH ADVOKAT/NIA 15.00156 sebagai penasehat hukumnya, pada Jumat (20/01/2017) lalu.

Pasalnya, bertindak sebagai penasehat hukum dalam mendampingi korban dan saksi-saksi untuk menindaklanjuti atau mempertanyakan proses perkara tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang diduga dilakukan oleh, Famataro Hia alias Ama Arai Hia, sesuai dengan laporan pengaduan No.STPLTP/17/XII/2016/NS-Rombu tertanggal 12 Desember 2016 yang lalu.

Namun hal ini, sampai sekarang tidak ada titik terang dan kepastian atau tindak lanjut dari penasehat hukum korban. Hal ini jelas ngawur, surat kuasa yang diberikan atau yang dipercayakan oleh pihak korban kepada penasehat hukumya seakan-akan dibiarkan dan tak mau peduli lagi.

Minoritas Hia (Korban) tuturnya kepada Fakta Pers, Rabu (22/06/2017), sudah kurang lebih 6 bulan lamanya proses perkara ini, sampai sekarang tidak ada titik terang dari penasehat hukumya. Dianya mebenarkan bahwa telah memberi kuasa kepada Gabrieli Giawa, SH untuk berhak mendampingi dan mengajukan perkara ini sesuai surat kuasa khusus yang telah dibuatnya.

“Saya akan mencabut surat kuasa yang telah saya percayakan kepada Gabrieli Giawa, SH dikarenakan kasus ini sudah 6 bulan lamanya berjalan tidak ada tindak lanjut proses kasus yang telah kami laporkan di Polsek Sirombu pada bulan Desember 2016 yang lalu,” kata Hia.

Di waktu yang sama, pihak pelapor, Salumi Hia, menyampaikan, mereka sangat bingung dengan tidak ada lanjutan proses kasus itu, dari penasehat hukumnya tidak ada informasi selanjutnya terkait laporan pengaduan ke Polsek Sirombu pada bulan Desember yang lalu.

“Beliau memang sudah 2 kali datang ke Sirombu untuk mendampingi saksi-saksi saat diperiksa di Polsek Sirombu, namun setelah itu tidak ada informasi selanjutnya dan susah dihubungi,” tutur Salumi.

Dengan tidak adanya tindak lanjut dari Gabrieli Giawa, SH, pihak korban akan mencabut surat kuasa yang telah diberikannya untuk diserahkan kepada pihak lain untuk menindak lanjut proses kasus yang telah mereka laporkan di Polsek Sirombu, Kabupaten Nias Barat. (Deserman Lase)

Komentar

News Feed